Logo
Wujudkan suasana Damai, FKPT Sumbar Gelar Dialog Dengan Penyuluh Agama - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Wujudkan suasana Damai, FKPT Sumbar Gelar Dialog Dengan Penyuluh Agama

solok Kamis 26, April 2018 | 16:05:00 wib

Kota Solok, inmas – Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Barat bekerjasama dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Solok gelar Dialog Bersama dengan tema Penguatan Kapasitas Penyuluh Agama Dalam Menghadapi Radikalisme bertempat di di Hotel Taufina Kota Solok, Rabu (25/4).

Dialog dihadiri oleh Forkompinda Kota Solok, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok Burhanuddin Chatib, Ketua  FKPT Sumbar Zain Rais serta undangan lainya. Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 100 penyuluh agama dan Ormas Islam Kabupaten/Kota Solok, dengan narasumber Khairuddin Direktur Penerangan Agama Islam (Dit. Pena Islam) Kementerian Agama RI dan Zain Rais Ketua FKPT Sumatera Barat.

Khairuddin  selaku narasumber mengatakan para penyuluh agama sangat berperan ditengah-tengah masyarakat dan harus mampu mengatasi setiap  permasalahan yang terjadi.  “Bagaimana menciptakan masyarakat yang baik, situasi aman dan damai  sehingga terbebas  dari  radikalisme  dan terorisme,” kata  Khairuddin.

Lanjutnya, ‘Saat ini 50 ribu Penyuluh Agama  yang berada di NKRI,  akan menyampaikan pesan-pesan keagamaan  melalui media social (medsos), dakwah kita harus maju, benar dan sesuai dengan ajaran.   Yang aktif di medsos adalah para generasi muda, maka dari itu  dengan acara ini mereka diharapkan untuk membuat konten-konten yang positif tidak malah menyebarkan kebencian,” ujar Khairuddin.

Sementara itu Ketua  FKPT Sumbar  Zain Rais mengatakan,  intoleransi dan radikalisme sebagian ditunjang oleh berkembangnya teknologi informasi yang massif. Kebiasaan sharing informasi tanpa “disaring” terlebih dahulu terutama yang berkaitan isu SARA bisa menyebabkan seorang bisa bersikap intoleran, radikal hingga teror.

Zain Rais mengharapkan  dengan adanya forum ini, gerakan radikal dan  terorisme  tidak terjadi  khususnya di Sumbar. “Meskipun begitu kita tidak  boleh berdiam diri,  peran Penyuluh Agama dan Ormas Islam harus membentengi masyarakat dengan selalu memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat”, harapnya.  diana

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW