Logo
Hadiri Raker LPTQ Provinsi Sumatera Barat, Ini Pesan Muhammadiyah Amin - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Hadiri Raker LPTQ Provinsi Sumatera Barat, Ini Pesan Muhammadiyah Amin

Efrian Minggu 13, Mei 2018 | 15:53:48 wib

Padang, (Inmas) - Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) merupakan wadah organisasi yang konsern terhadap pengembangan baca tulis huruf al Quran di Indonesia. Melalui keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tahun 1977, LPTQ resmi berdiri.

Sejak awal didirikan, LPTQ menjadi satu-satunya organisasi/Lembaga yang secara langsung terlibat mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Indonesia.

Tahun 2018 ini, tepatnya tanggal 11 hingga 12 Mei diselenggarakan Rapat Kerja LPTQ Provinsi Sumatera Barat. Diselenggarakan di Asrama Haji Parupuk Tabing Padang, tidak tanggung-tanggung Raker ini mengundang Walikota/Bupati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Ketua LPTQ dan Kepala Seksi Bimas Islam se Sumatera Barat.

Menurut Ketua Harian LPTQ Provinsi Sumatera Barat H. Damri Tanjung, sengaja raker ini mengundang seluruh stakeholder terkait pengembangan seni budaya al Quran agar dapat memberikan masukan dan inovasi terbaru demi lancarnya pelaksanaan MTQ, khususnya di Provinsi Sumatera Barat.

Ketua Umum LPTQ Provinsi Sumatera Barat H. Nasrul Abit Jum’at (11/5) dalam sambutan sekaligus membuka Raker LPTQ ini menyampaikan arti pentingnya kegiatan Rapat Kerja LPTQ ini diadakan. “Mudah-mudahan dengan diselenggarakannya Raker LPTQ ini bisa memberikan wajah baru pada penyelenggaraan MTQ di Sumatera Barat dan di Indonesia pada umumnya. Yaitu wajah yang jujur, adil dan independen”, ungkap Nasrul.

“Selama ini LPTQ Provinsi Sumatera Barat sudah melakukan perubahan pada beberapa tahapan pelaksanaan MTQ. Seperti pelaksanaan MTQN XXXVII tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Pariaman pada November 2017 yang lalu. Seperti menggunakan apliaksi e-MTQ untuk pendaftaran, dan sistem silang dewan hakim. Dengan aplikasi e-MTQ yang sudah terintegrasi dengan sistem Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil), tidak ada lagi peserta yang berasal dari Provinsi di luar Sumatera Barat. Dengan sistem silang dewan hakim, juga dapat mengurangi kecurangan karena dewan hakim yang juga menjadi pelatih pada cabang tertentu dikondisikan untuk menjadi dewan hakim pada cabang lainnya”, Tambah Nasrul.

Pada sambutannya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat H. Hendri menyampaikan hal senada. “Sebagai pelaksana teknis pelaksanaan MTQ dari tingkat Nasional hingga tingkat kecamatan, Kementerian Agama sudah melakukan berbagai upaya demi terlakasananya MTQN yang jujur, adil dan bermartabat.”

Pesan Muhammadiyah Amin

Memasuki hari kedua, Bukti keseriusan LPTQ Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat kerja tahun ini adalah juga dengan menghadirkan Ketua LPTQ Pusat yang melekat pada jabatan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag.

Pada materinya Muhammadiyah Amin menyampaikan hal-hal terbaru terkait inovasi yang sudah dilakukan Ditjen Bimas Islam yang membawahi LPTQ. Menurut Muhammadiyah Amin, berbagai inovasi sudah dilakukan Ditjen Bimas Islam untuk memperbaiki kualitas MTQ Nasional. “Mulai dari memperketat sistem pendaftaran melalui aplikasi e-MTQ, meningkatkan kualitas dewan hakim melalui sertifikasi Dewan Hakim. Dalam waktu dekat, juga akan diterbitkan Keputusan Presiden tentang Lembaga Seni Budaya Islam yang didalamnya termaktub beberapa Lembaga yang terkait dengan Seni Budaya Islam seperti LPTQ, Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) dan lain-lain.” Ungkap Mantan Rektor IAIN Gorontalo ini.

Dirjen Bimas Islam juga menyinggung tentang usulan Provinsi Sumatera Barat untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQN tahun 2020. "Ada tiga provinsi yang mengusulkan untuk menjadi tuan rumah yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Sumatera Barat. Semua akan kita tinjau dari segi kesiapan akomodasi, transportasi, tempat pelaksanaan lomba dan lain-lain. Melihat kesiapan Provinsi Sumatera Barat dan keseriusan Ketua Umumnya H. Nasrul Abit, mudah-mudahan Provinsi Sumatera Barat bisa terpilih", ungkap Muhammadiyah Amin disambut tepuk tangan seluruh peserta yang hadir.

Pada akhir materinya, Muhammadiyah Amin berpesan kepada seluruh peserta Raker LPTQ agar melaksanakan pembinaan secara kontiniu. “Jangan lakukan pembinaan hanya saat mendekati MTQ saja. Tapi lakukan secara terus menerus seperti yang sudah dilakukan Provinsi Banten. Makanya, Provinsi Banten sering menjadi Juara Umum MTQ tingkat Nasional”, terang Amin.

“Kalau ada masalah keterbatasan anggaran, coba lakukan pendekatan dengan Pemerintah Daerah. Makanya Kementerian Agama harus selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah guna memberantas buta huruf al Quran di Indonesia”, tutup Amin dilanjutkan dengan menutup kegiatan ini secara resmi Sabtu (12/5). (Ef)

(Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag didampingi Kakanwil Kemenag Sumbar H. Hendri dan seluruh peserta Raker LPTQ Provinsi Sumatera Barat berfoto bersama usai penutupan Foto. Ef)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW