Logo
Hilal Tidak Terlihat, Pedomani Hisab, 1 Ramadhan 1439 H Jatuh Pada Tanggal 17 Mei 2018 - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Hilal Tidak Terlihat, Pedomani Hisab, 1 Ramadhan 1439 H Jatuh Pada Tanggal 17 Mei 2018

payakumbuh Selasa 15, Mei 2018 | 23:25:08 wib

Payakumbuh, Inmas -- Tim Rukyatul Hilal Kankemenag Payakumbuh melakukan pengamatan hilal untuk Penetapan 1 Ramadhan 1439 H,  untuk wilayah Payakumbuh yang berlokasi di puncak Kayu Kolek Kec Luak Kab Limopuluah Kota, Selasa (15/05).

Tim rukyatul hilal yang kesempatan itu dipimpin Penyelenggara Syariah, Kanapi bersama Kasi PAIS dan rombongan melakukan pengamatan sekitar pukul 18.00 hingga Magrib menjelang. Diperkirakan puncak objek wisata Kayu Kolek ini berada sekitar 1300 meter dari permukaan laut,  cuaca puncak ini sangat dingin dengan hembusan angin Gunung Sago yang menusuk tulang. 

Dari hasil pengamatan sore itu, Tim tidak mendapatkan hasil maksimal, karena langit ditutupi kabut/berawan. "Kita sudah lakukan pengamatan hilal, namun cuaca kabut/berawan. Hasil tidak ditemukan," terang Ketua Tim, Kanapi.

Kepala Kankemenag Asra Faber selaku pembina BHR yang kita hubungi diselulernya membenarkan hasil pengamatan hilal ini. 

"Ya, sangat jarang kita dapat amati hilal apabila kurang dari 2 derjat. Mungkin hanya beberapa titik saja di Indonesia yang bisa melihat. Selain itu, peralatan kita juga kurang memadai. Selanjutnya kita akan berpedoman kepada hisab. Kita di Kankemenag atau di Payakumbuh kan sudah punya tenaga professional untuk itu, yakni Saudara Akbarul Fahmi, S. HI," sebut Asra Faber. 

Sebagai warga dan umat yang baik, selanjutnya kita mematuhi keputusan ulil amri (pemerintah) melalui Sidang Itsbat Menteri Agama bersama tokoh ormas muslim di Indonesia. Tapi Kami yakin, 1 Ramadhan 1439 H jatuh pada Kamis tanggal 17 Mei 2018.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan tahun 2018, mari kita tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita. Kami juga imbau para generasi muda dan anak anak, supaya jangan melakukan perbuatan mubazir, seperti permainan petasan yang membuat terganggunya orangtua kita beribadah secara khusu'.  Karena tradisi salah ini masih terlihat di daerah kita," Asra Faber imbau. 

Sementara kondisi cuaca di Payakumbuh Magrib ini dirundung hujan rinai, sesekali terdengar gemuruh petir. Sudah menjadi tradisi di Payakumbuh, sebelum memasuki bulan Ramadhan, terlihat sebahagian warga menggelar jamuan syukuran untuk saling bertimbang maaf, fa'fu wasfahu. Ul/voni

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW