Logo
Jemaah Haji Akan Dilepas Langsung Walikota Payakumbuh bersama Kakanwil Tanggal 19 Juli 2018 - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Jemaah Haji Akan Dilepas Langsung Walikota Payakumbuh bersama Kakanwil Tanggal 19 Juli 2018

payakumbuh Kamis 12, Juli 2018 | 15:45:15 wib

Payakumbuh (Inmas)-- Dengan telah tuntasnya pelaksanaan bimbingan manasik bagi 296 jch Kota Payakumbuh, tibalah saatnya jch Payakumbuh akan dilepas Koordinator haji daerah dalam hal ini Walikota Payakumbuh, Riza Falepi. 

Guna mempersiapkan itu, pagi ini Kamis (12/07/2018) bertempat di ruang kerja Asisten I Sekdako Payakumbuh dilangsungkan rapat koordinasi Lintas OPD terkait melepas dan pemberangkatan jch Kota Payakumbuh tahun 2018 yang dipimpin Walikota Payakumbuh diwakili Asisten I Yoherman. Usai membuka, Asisten I mohon pamit. Rakor selanjutnya dipimpin Staf Ahli Walikota, Syahrir. Rakor tampak dihadiri Kepala kankemenag Asra Faber selaku Sekretaris Haji Daerah yang hadir bersama Kasi PHU, Jufrimal, Kabag Kesra Ul Fakhri beserta jajaran, Kadishub, Adrian, Kapolres diwakili Zul Andri, Sekretaris MUI, Aswir dan undangan terkait lainnya.

Kepada Walikota Payakumbuh, Kepala kankemenag Asra Faber melaporkan bahwa pembinaan dan bimbingan manasik haji telah selesai dilaksanakan dan direncanakan akan ditutup Kakanwil Kemenag Sumbar pada tanggal tanggal 19 Juli 2018.

" Berdasarkan qurah kloter beberapa bulan lalu diputuskan bahwa jch Payakumbuh tergabung dalam kloter X Gelombang I, dan akan masuk Asrama Embarkasi haji Padang tanggal 26 Juli 2018. Direncanakan manasik haji ini akan ditutup resmi Kakanwil Kemenag Sumbar pada tanggal 19 Juli 2018. Dari 296 jch itu, jemaah tertua bernama Roslaili Engku Kali dengan usia 86 tahun 6 bulan, sedangkan jemaah termuda Larasaki Shinta Mulya dengan usia 21 tahun 6 bulan. Terkait melepas jemaah oleh pemko Payakumbuh, mohon arahan Bapak," Lapor Asra Faber didampingi Kasi PHU Jufrimal.

Terima kasih Pak Kemenag Asra Faber atas laporannya, Kita rasa prosesi melepas dan pemberangkatan jemaah haji menuju embarkasi padang tidak akan jauh beda dari yang telah biasa kita laksanakan setiap tahunnya. Hanya saja kita terus berupaya bagaimana proses itu berlangsung lebih baik dari yang biasanya. Sinergitas dan kerjasama OPD terkait sangat menentukan sekali. Mohon usulan peserta rakor," sambut Syahrir.

Kabag Kesra Ul Fakhri, " Ya Pak, melihat kondisi banyaknya jemaah, kami telah hubungi pihak NPM. Kita akan manfaatkan 7 bus besar vircansa ditambah 1 bus kecilnya. Terkait keamanan jemaah kita akan koordinasikan. Karena satu bus akan dijaga 1 personil Pol PP. Diluar panitia yang telah dibentuk di kemenag, tahun lalu kita melibatkan 14 personil polisi, 8 orang Pol PP dan selebihnya adalah dari dishub. Menuju Padang, 2 ambulance juga telah disiapkan dinas kesehatan, 1 voreigder dari polres dan 1 unit mobil patwal dari dishub. Spanduk melepas juga akan kita siapkan," terang Ul Fakhri didampingi Kasubbag keagamaan Wirman.

Kepala Dinas Perhubungan Adrian dalam rapat itu menitipkan pesan kepada Kabag Kesra agar bus yang akan mengangkut jemaah ke Embarkasi Padang harus pajak dan KIR-nya adalah masih aktif. Karena kalau tidak aktif, terjadi kecelakaan, bisa membuat jelek nama daerah. Karena dinilai kurang teliti dan selektif.

Dalam rakor siang itu diputuskan bahwa jemaah akan dilepas secara resmi oleh Walikota Payakumbuh bersama Kakanwil kemenag Sumbar tanggal 19 Juli 2018 di aula Peternakan. Keberangkatan jemaah ke Padang tanggal 26 Juli 2018 pada pukul 06.00, secara resmi akan dilepas Pemko Payakumbuh di seputaran GOR M. Yamin Kelurahan Kubu Gadang.(ul)|Mira

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW