Logo
Wako Bukittinggi Lepas Muhammad Rum Menuju Penyuluh Teladan Nasional - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Wako Bukittinggi Lepas Muhammad Rum Menuju Penyuluh Teladan Nasional

Syafrial Rabu 08, Agustus 2018 | 09:28:58 wib

Bukittinggi, Inmas--Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias didampingi Plh. Kepala Kemenag Kota Bukittnggi M. Arsyad melepas Muhammad Rum bertempat di ruang kerjanya, Selasa 7/08/2018.

Muhammad Rum, penyuluh agama Islam fungsional yang bertugas pada KUA Guguk Panjang berhasil mewakili Provinsi Sumatera Barat mengikuti Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan tingkat Nasional di Jakarta.

M. Arsyad menyampaikan bahwa terpilihnya Muhammad Rum mewakili Sumatera Barat setelah menyisihkan peserta dari Kabupaten/Kota lainnya di Sumbar dalam Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Sumbar tahun 2018.

Penunjukan tersebut setelah ia memaparkan lokusnya, Kelompok Berantas Buta Aksara Al Qur’an di Surau Inyiak Jambek Bukittinggi dihadapan tim penilai. "Dalam memberantas buta aksara Al Qur’an tersebut anggota kelompoknya adalah para lansia, dengan 10 kali pertemuan para lansia tersebut telah dapat membaca Al Qur’an”, ujar M.Arsyad

Sementara itu, Muhammad Rum mengatakan pada awalnya inovasi yang dilakukannya dalam membentuk kelompok berantas buta aksara Al Qur’an bagi lansia tersebut adalah termotivasi karena tidak adanya wadah bagi para orang dewasa dan lansia untuk tempat mengaji. "Ketika anak – anak tidak pandai mengaji wadahnya cukup banyak seperti MDA, TPQ mulai dari play grup dan TK, sementara untuk orang dewasa dan lansia tidak ada.

“Saya sempat berfikir tidak mungkin orang tua ini bisa diajar mengaji karena sudah malas dan pekerjaannya banyak. Tetapi setelah saya coba ternyata tidak itu faktor utamanya, faktor utamanya adalah karena tidak adanya wadah untuk itu dan kemudian tidak adanya metode yang pas, untuk itulah saya bentuk Kelompok Berantas Buta Aksara Alquran dengan metode Tsaqifah dengan 10 kali pertemuan dapat membaca Al Qur’an," terangnya

Adapun yang menjadi peserta dari kelompok mengaji khusus ini adalah para ibu- ibu dan bapak – bapak lansia yang berdagang di pasar, diawali pada tahun 2014 dengan peserta 9 orang dan pada tahun 2018 hingga mencapai 35 orang binaan, ternyata inovasi ini membawanya ke tingkat Nasional.  Sebagai penyuluh agama Islam fungsional, saat ini Muhammad Rum memiliki 14 objek binaan yakni di lembaga pemasyarakatan, Dasa Wisma, Paguyuban dan Kelompok Buta Aksara Al Qur’an

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Muhammad Rum, dan mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih sebagai Penyuluh Agma Islam Fungsional Teladan Tingkat Sumatera Barat.

"Atas nama pemerintah saya mengucapkan selamat dan  mengapresiasi serta mendukung  kegiatan Muhammad Rum, sebagai penyuluh fungsional yang telah berhasil sebagai penyuluh agama Islam teladan tingat Sumbar, dengan inovasinya telah turut membantu pemerintah Kota Bukittinggi dalam rangka memberantas buta aksara Al Qur’an dengan membentuk kelompok mengaji khusus untuk kelompok dewasa dan lansia bagi pedagang pasar. Semoga ditingkat Nasional nantinya juga berhasil keluar sebagai yang terbaik dan membanggakan Provinsi Sumatera Barat serta Bukittinggi”, ujar walikota Ramlan.

Kemudian Ramlan juga berharap kiranya metode Tsaqifah yang digunakan Muhammad Rum dapat juga dikembangkan kepada para guru – guru mengaji atau di MDTA, sehingga guru – guru mengaji dan MDTA tersebut juga memahami cara melatih santrinya dengan metode Tsaqifah yang berarti mudah tersebut, harap Ramlan.

Sementara itu H. Abrar Munanda yang baru masuk kantor setelah Diklat PIM III Rabu, (8/08/2018) mengapresiasi atas capaian yang diperoleh Muhamad Rum. "Selamat berjuang menjadi yang terbaik di Tingkat nasional. Maksimalkan Performen baik dari sisi persentasi, tanya jawab maupun tes tertulis. Ini adalah buah perjuangan dan kesungguhan Muhamad Rum dalam melaksanakan tugas kepenyuluhan dengan dukungan berbagai pihak, teman sesama penyuluh dan jajaran kementerian Agama kota Bukittinggi”, tutur Kakan Kemenag ini

Lebih lanjut Kakan Kemenag Kota Bukittinggi ini menyampaikan bahwa tugas dan fungsi penyuluh yang menjadi garda terdepan dalam menyampaikan visi misi kementerian Agama ditengah-tengah masyarakat sangat berat namun sangat mengakar.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada walikota Bukittinggi dan berbagai pihak yang telah memfasilitasi penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di Tengah-tengah Masyarakat”, tuturnya 

Untuk pemilihan tingkat nasional akan dilaksanakan tanggal 9 sampai 11 Agustus 2018 di hotel Trniti Jakarta Pusat. (Syafrial/Rina)

 

 

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW