Logo
Kemenag Payakumbuh Berqurban, GPAK Sumbangkan 1 Kambing - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Kemenag Payakumbuh Berqurban, GPAK Sumbangkan 1 Kambing

payakumbuh Selasa 21, Agustus 2018 | 16:06:54 wib

Payakumbuh, Inmas--Berqurban di Kankemenag Payakumbuh sudah berjalan secara turun temurun. Menariknya, setiap musim qurban datang, salah seorang Guru Pendidikan Agama Kristen (GPAK), Evi Trisiana Harahap selalu ikut menyumbang. Tahun 2018, Evi sumbangkan satu ekor kambing.

Kondisi ini dilaporkan Ketua Panpel Qurban Kankemenag 2018, Endra Rinaldi yang juga Kasi Bimas Islam kepada Kepala Kankemenag Asra Faber, Selasa (21/08/2018) siang dalam rapat persiapan checking terakhir.

Tahin 2018 ini keluarga besar Kankemenag berqurban sebanyak 7 ekor sapi ditambah 1 ekor kambing. “Ada 1 ekor kambing yang disumbangkan Bu Evi Trisiana Harahap, untuk masak dan dikonsumsi bersama saat penyelenggaraan prosesi qurban. Bu Evi lakukan hal ini setiap datang musim qurban, sebagai bukti kebersamaan. Dan kita tidak pernah paksakan”, terang Endra.

Hal ini dibenarkan bendahara gaji kankemenag, Yoli Sisca.

"Kepada kami, setiap tahunnya Bu Evi selalu menitipkan uang senilai iyuran qurban yang ditetapkan, Rp 1.8 juta," terang Yoli dalam rapat siang ini.

Mendengarkan paparan dan laporan jajaean, Kepala Kankemenag sampaikan apresiasinya. "Kami sangat bangga, semangat berqurban tetap dijalankan di kankemenag sebagai syiar syariat islam. Hal yang diperbuat ibu Evi Trisiana mestinya menjadi motivasi bagi kita. Karena banyak sudah rezki dari Allah yang kita terima melalui ASN Kankemenag”, ungkapnya.

Diujung masa pengabdian kami sebagai Kepala Kankemenag, kami menghimbau bahwa dalam rezki yang kita terima ada hak orang lain. Untuk itu distribusikanlah. Selain itu, ibadah qurban yang kita laksanakan setiap tahunnya diharapkan mampu memupuk rasa kekerabatan karena Allah SWT," ujar Asra Faber kepada jajaran.

Terkait lebaran Idul Adha, Asra Faber menambahkan, berdasarkan pengumuman pemerintah melalui Kementerian Agama bahwa lebaran Idul Adha di Indonesia jatuh pada Rabu (22/08/2018). Penetapan ini telah melalui kajian matlak dalam ilmu hisab dan rukyat. Itu harus kita patuhi dan terima," tegasnya.

"Dalam pelaksanaan ibadah qurban pada Kamis (23/08/2018) kami harapkan semua asn ikut andil. Walaupun sudah ada tenaga profesional yang kita siapkan, namun itu tetap harus kita persamakan, hingga pendistribusiannya. Jangan ada yang manggalicau (mangkir-red)," tukuk Asra Faber.

Rapat siang itu diakhiri dengan dialog perbedaan waktu antara indonesia dan negara islam, seperti Arab Saudi. Dalam dialog itu, Kepala Kankemenag didampingi Kasi PHU dan Ketua BHR Kota Payakumbuh, Akbarul Fahmi memaparkan terperinci terkait perhitungan tahun Kamariah dengan tahun Masehi, sehingga asn kankemenag menjadi paham dan bisa menerangkan perbedaan tersebut kepada umat. (ul/rina)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW