Logo
Disambut KPHI Pusat, Satu Jamaah Kloter XVI Masih Dirawat di Arab Saudi - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Disambut KPHI Pusat, Satu Jamaah Kloter XVI Masih Dirawat di Arab Saudi

RinaRisna Jumat 14, September 2018 | 17:43:33 wib

Padang, Inmas—Proses pemulangan  jamaah haji Debarkasi Padang hampir rampung. Sebanyak 16 (enambelas) dari 17 Kloter yang diberangkatkan ke Tanah Suci telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Pesawat yang membawa jamaah haji kloter XVI (enambelas) mendarat  tadi malam, Kamis (13/9) pukul 20.34 di Bandara International Minangkabau (BIM)

Kedatangan jamaah Kabupaten Pasaman Barat, Pesisir Selatan dan Kota Padang ini disambut KPHI (Komisi Pengawas Haji Indonesia) Agusrianto, bersama Bupati Pasaman Barat, Istri Bupati Pesisir Selatan dan Kakanwil Kemenag diwakili Kabid PHU. Jamaah yang berjumlah 391 orang ini, 1 (satu) diantaranya wafat di Tanah Suci atas nama Ali Amran Jarim (53th) asal Pasaman Barat.

Sementara 1 lagi masih tinggal di Tanah Suci karena sakit. Abdul Jalil Dalimunte nomor manifest 50 asal Kabupaten Pasaman Barat tidak bisa pulang bersama teman satu kloter karena masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi. Jamaah kloter XVI yang kembali ke Tanah Air berjumlah 389 orang.

Sampai kepulangan jamaah kloter XVI ini, jamaah yang telah kembali ke Tanah Air berjumlah  6.245 orang dari 6.347 orang yang diberangkatkan. Sementara sisanya (kloter terakhir) akan dipulangkan bersama jamaah Balik Papan. Sampai kepulangan kloter XVI jamaah haji Debarkasi yang wafat di Tanah Suci 8 (delapan) orang, enam diantaranya jamaah Bengkulu, dua lagi jamaah Sumbar (1 wafat di M. Djamil_red).  

Perwakilan KPHI, Agusrianto saat menyambut jamaah di Asrama Haji Debarkasi Padang, mengatakan duhufurrahman adalah para pejuang yang amalannya setelah jihad, haji itu yang utama. Ia mengatakan KPHI, lembaga yang dibentuk untuk melakukan pengawasan ibadah haji agar lebih baik dari tahun ke tahun. KPHI bertanggung jawab langsung ke presiden dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan penyelenggraan ibadah haji.

Dikatakannya lagi, indikator sesorang bisa dikatakan meraih haji mabrur itu, ubudiyah, amaliyah dan sosial kita lebih baik ketimbang sebelum berhaji. Sebelum haji shalat dirumah setelah berhaji shalat di mesjid. Begitu juga dengan tingkat sosial, ketika ada bencana kita ikut membantu, seperti yang saat sedang terjadi di Lombok.

“Haji mabrur ini sebenarnya titik awal tingkahlaku kita menjadi baik. Jangan bangga dengan panggilan haji haji. Ketika pulang ke kampung halaman masing-masing teruslah berdakwah teruslah belajar. Ada IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) untuk bisa meneruskan dan melanjutkan perjuangan bapak dan ibu semua,” pinta Agus.

Terakhir perwakilan KPHI ini memberikan penghargaan yang setinggi-tinggi kepada petugas yang telah memberikan pelayan sebaik mungkin kepada jamaah. Tak terkecuali panitia Embarkasi Haji Padang yang telah bertugas sejak keberangkatan jamaah haji sampai kepulangan hari ini.

“Embarkasi haji Padang terus berbenah dan melakukan inovasi, seperti tadi ada shalawat badar. Nanti akan Reward untuk Embarkasi yang memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah. Ia berharap tahun ini Embarkasi Haji Padang dapat menerima reward begitu juga pada tahun-tahun berikutnya,” tutup Agusriyanto.

Dipenghujung acara dialkukan serah terima jamaah ditandai dengan penyerah bendera dari Ketua Kloter kepada Pemerintah Provinsi yang diwakili Kakanwil Kemenag, Hendri selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah yang diwakili Bupati Pesisir Selatan, Indra Joni. RinaRisna & Voni

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW