Logo
Sumbangsih ASN Kemenag Pasaman Untuk 2 Siswi MAN - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Sumbangsih ASN Kemenag Pasaman Untuk 2 Siswi MAN

pasaman Jumat 21, September 2018 | 20:19:07 wib

Pasaman, Inmas--Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Dedi Wandra menyerahkan resmi sejumlah uang sumbangsih ASN di lingkupnya kepada dua siswi MAN 1 Pasaman yang lulus di perguruan tinggi Al Azhar Kairo Jumat (21/9) di ruang kerjanya.

Di damping Kasi Pendidikan Madrasah Sulpan Amri, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Khaiful serta Penyelenggara Syariah Hasyyunil, kepala kantor menyampaikan uang sejumlah 13 juta 800 ribu rupiah tersebut sebagai wujud kepedulian sekaligus motivasi juga doa buat Amanda Febrianti dan Rani Fardila yang diterima di perguruan tinggi ternama di dunia itu.

Dedi berpesan kepada Amanda dan Rani agar bisa memanfaatkan uang yang di galang dari ASN Kemenag Pasaman untuk kebutuhan kuliah dan yang diperlukan selama melanjutkan pendidikan di ranah Mesir nantinya.

Dinilainya, lulusnya kedua anak madrasah di perguruan tinggi Al Azhar adalah kado terindah dan kesempatan yang  baik, karena begitu banyak yang mengidamkan kuliah di sana. Patut untuk disyukuri dan bersungguh-sungguh menuntut ilmu untuk meraih masa depan yang cerah.

“Bersungguh-sungguhlah belajar dan manfaatkan uang yang didapat untuk keperluan penting," pesannya kepada Amanda dan Rani.

Lagi Dedi meminta agar keduanya untuk menjalin komunikasi baik kepada jajaran Kemenag Pasaman maupun dengan pihak MAN 1 Pasaman, agar tetap terjalin silaturrahmi juga untuk mengetahui kondisi dan ketika ada mengalami kesulitan ataupun permasalahan dapat dibantu dan dicarikan solusinya.

Sebelumnya, telah diberitakan kedua alumni MAN 1 Pasaman tersebut adalah anak-anak yang tergolong dari keluarga tidak mampu namun berkat doa dan ketekunannya akhirnya diterima di Al Azhar untuk mengejar dan menggapai cita-citanya.

Rani adalah seorang anak yatim piatu, saat berusia 3 tahun ibundanya meninggal dunia dan pada umur 9 tahun kembali ia diuji oleh Allah, ayahnya kembali kepangkuan Nya sehingga selama ini dia hidup bersama neneknya di Pintu Padang Kecamatan Rao.

Hampir serupa, Amanda yang hafizah tiga juz itu dari kecil sudah merasakan getirnya kehidupan. Menjalani kehidupan tanpa Ayah dan Ibu yang telah berpisah dan ia pun tinggal bersama keluarga orang tuanya di ranah Tapus Kecamatan Padang Gelugur. (abie78)|DW

 

 

 

 

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW