Logo
Bangkitkan Budaya Mengaji - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Bangkitkan Budaya Mengaji

Admin Sumbar Sabtu 09, Juli 2011 | 11:00:00 wib

SOLOK SELATAN, Kebiasaan masyarakat maghrib kembali mengaji (Gemmar Mengaji-GM3) di Kabupaten Solok Selatan, dicanangkan Kamis (7/7). Dasar pelaksanaan Gemmar mengaji tersebut sebagai tindak lanjut program luar biasa dari Kementrian Agama melalui Menteri Agama RI H. Suryadharma Ali dan selanjutnya diaplikasikn oleh Kanwil Kemenag Propinsi Sumbar serta Kamenag Kab/Kota se-Sumbar. Tepat hari Kamis, (7/7), jajaran Kemenag Solok Selatan pun menjalankan program tersebut yang mereka sebut dengan GM3. Menyikapi GM3, Kakan. Kemenag Drs.H. Kardinal, N, MM, mengakui kalau gerakkan itu wajib dilaksanakan oleh setiap muslim dirumah hingga di kantor bagi pegawai negeri sipil (PNS). Kita baca ayat-ayat itu setelah selesai shalat maghrib walau hanya beberapa ayat. Kemudian setiap personil PNS dikantor-kantor, juga perlu menggemakannya walau sepeluh menit. Karena, orang Islam yang mukmin meyakini dengan membaca ayat-ayat Allah SWT itu akan membawa ketenangan dan menjauhkan diri dari musibah. Sebagai program lanjutan pasca pencanangan GM3 ini di Propinsi Sumbar beberapa hari lalu oleh Direktur Penamas H. Ahmad Jauhari bersama Kakanwil Kemenag Sumbar Drs.H. Darwas dan ketua ketua MUI H. Syamsul Bahri Khatib, Gubernur Sumbar diwakili Kabiro Sespora H. Abdul Gafar, dijelaskan Kardinal selaku pimpinan dilembaga Kementrian Agama akan menyelenggarakannya hingga pelosok nagari. Wabup Solsel, Drs. Abdurrahman, SH, MH, mengakui kalau membaca al’quran ditingka terendah dirumah tangga adalah program unggulan dari pusat hingga nagari-nagari di Ranahminang ini. Kita harus akui, kalau kegiatan dan kebiasaan masyarakat maghrib, belakangan sudah terpengaruh dan bergeser karena pengaruh zaman. Kita harus menangkal dan mampu mengendendalikan kemajuan itu. Salah satu caranya adalah dengan membaca dan menghafal kitab Suci Al Quran itu. Proses awalnya dimulai dari diri pribadi, keluarga hingga kelompok masyarakat dan Pemda Solok Selatan umumnya, tanpa pengecualian. Sejarah juga mencatat, kalau kita membaca kitab lain selain quran, aka nada rasa bosan dan tidak mengandung pahala. Disinilah bedanya kitab suci itu. Tidak ada kata bosan dan jenuh dan bagi yang hobi membacanya juga bernilai ibadah dan berpahala. Sebagai dampak positif keutamaan membaca quran akan mencegah kita dari kemiskinan. Hal ini sejalan dengan makin meningkatnya umat dan masyatakat Solsel membayarkan zakat. Nah, untuk tujuh kecamatan tahun ini juga diberikan satu ekor sapi dari BAZ Kabupaten kepada mustahik atau penerimanya yang ada di nagari, khususnya dikecamatan sebagai zakat produktif. Dampak positifnya, setelah kita membudayakan kesolehan sosial untuk kemaslahatan umat, ada harapan akan kuat Islam dan imannya. Kemiskinan yang diderita sebagain umat saat ini, khususnya di Solsel bukan bersumber dari alamnya. Cuma lebih banyak dari salah urusnya alam dan terbatasnya sumber daya manusianya (SDM) terhadap sektor-sektor lainnya berkaitan dengan sumber daya alam (SDA),kata Abdurrahman. Kegiatan lainnya, tambah Kardinal didampingi Kasi Mapenda H. Zulkifli, MM, Kasi Urais/Penyelenggaraan Haji, Herman, MM, Penyelenggara Zakat, Wakaf Abuzar, MM, Kasubbag TU H. Amril, MM, Kasi Pekapontren/Penamas Mahadolok Ritonga, MM, momen silaturrahmi dengan Kakanwil Kemenag Sumbar H. Darwas, kali ini berorietasi pembangunan agama dan keagamaan. Kita isi temu ramah bersama tokoh masyarakat, ulama dan calon jemaah haji yang tahun ini akan berangkat sebanyak 66 orang sekaligus saling bermaafan dalam menghadapi bulan suci Ramadan yang tidak berapa lama lagi. Sebelum CJH itu berangkat, maka telah diprogramkan pembinaan manasik haji ditujuh kecamatan oleh Kepala KUA. Dan selanjutnya nanti akan digelar lagi manasik haji massal di Kamenag Solok Selatan ini. Masih pada hari yang sama, aula Quwattul Ummah juga diresmikan oleh Wabup Abdurrahman dan Kakanwil Darwas ditandai dengan pengguntingan pita secara bersama penandatanganan prasasti. Kakanwil Darwas, menjelaskan, kalau program gerakan masyarakat maghrib mengaji GM3 ini, di Solsel dengan moto mari kita timbuhkan semangat cinta pemahaman dan pengamalan nilai-nilai alquran dalam rangka membentuk akhlak mulia dan memperkokoh karakter budaya bangsa, adalah salah satu program untuk memberdayakan umat menuju kebahagian dunia dan ahirat. Menyikapi penyerahan zakat produktif kepada mustahiq oleh BAZ Kabupaten Solsel, nilai ibadahnya sangat luar biasa. Hal ini pun sejalan dengan program GM3 yang telah diluncurkan saat ini. Kegiatan GM3 ini pun harus dijabarkan lagi oleh tokoh agama, ulama hingga kepala KUA sebagai ujung tombaknya Kementrian Agama di Kecamatan. Saya juga pantas mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Solsel, dalam pelayanan haji ketika akan berangkat dari daerah asal hingga kembali lagi. Perlakuan dan perhatian yang istimewa itu orientasinya untuk menuju ibadah haji yang mabrur bagi jemaah haji. Khusus GM3 adalah sejarah bagi bagi kita masyarakat di Ranahminang. Selain program luar biasa juga program unggulan. Munculnya ide itu diectuskan Maret 2011 lalu. akan bisa menjadikan momentum untuk mengimarakkan kitab suci ini ditengah-tengah masyarakat. Ini pun sebuah terobosan untuk menangkal sikap dan sifat manusia mencegah berlaku jelek. Satu huruf dibaca akan bernilai 10 kebaikan. Ketika sudah dibacakan 10 menit maka akan lebih banyak lagi. Bagi warga terkecil, misalnya di rumah tangga ketika usai selesai maghrib, matikan televisi dan radio serta sentral hiburan lainnya. Segera kita ganti dengan membaca al’quran. Tugas ini akan dilaksanakan oleh penyuluh dan 97 KUA Kecamatan. Ini tugas berat. Tapi bernilai ibadah. Hiasi rumah kita dengan bacaan ayat-ayat suci. Yakinlah kita ini akan terhindar dari aliran sesat dan menyesatkan serta narkoba, bagi generasi muda. Dakwahkan GM3 ini hingga ketitik terendah. Salah satunya dimulai dari siswa/wi di sekolah/madrasah dalam waktu 10 menit sebelum proses belajar mengajar (PBM). (H. Afrinal Aliman, S.Sos) Tek foto utama GEMMAR MENGAJI—Kakanwil Kemenag Sumbar H. Darwas kepada Wabup Solsel Abdurrahman, SH, MH, didampingi Kakan. Kemenag Solsel H. Kardinal, N, memantau siskohat on line, usai pencanangan (GM3), Kamis (7/7) dan gerakan masyarakat maghrib mengaji (Gemmar Mengaji) di aula quwatul ummah. (nal)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW