Logo
SAMBUT RAMADHAN DENGAN ‘BALIMAU’ DI KANTOR - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

SAMBUT RAMADHAN DENGAN ‘BALIMAU’ DI KANTOR

Admin Sumbar Rabu 18, Agustus 2010 | 11:00:00 wib

SAMBUT RAMADHAN DENGAN ‘BALIMAU’ DI KANTOR Tanjung Pati, 10 Agustus 2010 Tradisi menyambut Ramadhan tidak akan pernah lenyap dari kebiasaan umat Islam di Minang Kabau, bahkan ada istilah ‘balimau’ yang sudah dilestraikan, walaupun dalam prakteknya berbeda pada setiap daerah atau nagari dan akhir-akhir ini pun sudah mengalami degradasi nilai-nilai sehingga kesan balimau adalah mandi bersama di tempat pemandian umum. Namun inti dari balimau adalah bersilaturrahim untuk membersihkan hati dengan saling memaafkan. Untuk tujuan itulah Keluarga Besar Kemenag Lima Puluh Kota mengadakan acara sambut Ramadhan dengan rangkaian kegiatan; (1) Mendengarkan taushiyah sambut Ramadhan dari H. Mismardi, BA), (2) Mendengarkan hantaran kata dari Kakanmenag. (3) Saling memaafkan dengan saling bersalaman, terakhir (4) di tutup dengan makan bersama. Dalam taushiyahnya ustadz menyampaikan bahwa ; Puasa akan memperkuat aqidah atau iman kita sebab kita puasa hanya karena Nya, dan inti dari iman adalah merasakan kehadiran Allah SWT di dekat kita, sehingga tidak berani macam-macam dalam hidup ini. Mudah-mudahan latihan puasa ini menjadikan kita selalu merasakan kehadiran Allah itu, yang pada akhirnya membuat kita semakin ikhlas dan ihsan dalam pengabdian serta semakin takut akan berbuat ma’shiat. Ramadhan juga menghantar kita pada sikap hidup yang lebih positif; di mana hati yang lapang dan bersih akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku, bukankah perbuatan adalah atas dorongan hati. Maka jangan sia-sia kan kesempatan. Perbanyaklah ibadah yang terkait dengan ALLAH SWT; ibadah puasa, mendirikan malam dengan zikr, membaca al-Qur’an, Shalat malam, do’a dan istighfar. Juga perbanyak ibadah sosial; memperbanyak infaq/ shadaqah/waqaf, membantu fakir miskin, membayar zakat, membukakan orang yang berpusa. Tutuplah Ramadhan dengan membesarkan Allah SWT, jangan hanya memperbesar kue, dll Menurut Kakanmenag, Drs. Gusman Piliang mestinya kita saling mengunjungi ke rumah masing-masing namun karena keterbatasan waktu dan keterbatasan lainnya maka tentu itu tidak mungkin, maka hadirnya kita bersama merupakan wujud dari keseriusan untuk membangun silaturrahim serta maunya kita membuka hati untuk saling membersihkan hati dengan saling memaafkan, maka siapa yang hadir harus diberi apresiasi. Akhirnya semua kita cuma berharap; mudah-mudahan Ramadhan kita tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Amin (Sfj) Ket. Foto : Makan bersama setelah saling bermaafan

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW