Logo
MABES TNI AL AJARKAN AL-QUR’AN DENGAN “METODE SENYUM” Kakanwil Darwas : Salut dan Syukur TNI ajarkan Al- Qur’an - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

MABES TNI AL AJARKAN AL-QUR’AN DENGAN “METODE SENYUM” Kakanwil Darwas : Salut dan Syukur TNI ajarkan Al- Qur’an

Admin Sumbar Kamis 21, Januari 2010 | 12:00:00 wib

Padang, Humas- Kakanwil Kem.Agama Sumbar Drs.H. Darwas sangat menyambut baik terselenggaranya Pelatihan Belajar Cepat Baca Al-Qur’an dengan “Metode Senyum” yang digagas oleh Lantamal II teluk Bayur Padang, di Asrama Haji Tabing Padang, 21/10. Dalam sambutannya Kakanwil Darwas malah mengucap syukur dan salut yang sangat tinggi, bahwa TNI yang biasanya akrab dengan dunia kemiliteran, melatih sikap, fisik, berperang dan sekarang mau terjun untuk melatih dan memberantas buta huruf Al-Qur’an, “Saya atas nama masyarakat Sumbar dan Jajaran Kementerian Agama mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya” demikian ungkapnya. Mengingat pentingnya kegiatan tersebut, Kakanwil menginstruksikan agar seluruh pejabat Kanwil dan Daerah mengikuti kegiatan dengan khusu’, tampak hadir pada pembukaan Pejabat Kem.Agama Sumbar yakni Drs.H. Salman MM ( Kabag TU), Drs.H. Japeri,MM (Kabid Hazawa), Drs.H. Ismail Usman ( Kabid Penamas), Drs.H.haryadi.Z ( Kabid PK Pontren), Drs.H. Marzuki ( Kabid Urais) dan Drs.H.Maswar ( Kabid Mapenda), Drs.H. Syamsul Bahri,MM ( Kakan. Kem. Agama Padang ), peserta dari Daerah serta undangan lainnya. Sementara itu Komandan Lantamal II Teluk Bayur Laksamana Pertama H. Arnol Dt Batuduang Amen SH, mengungkapkan bahwa metode senyum dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an ini di temukan oleh Ustadz H. Musnar dan telah diprogramkan oleh Mabes TNI AL untuk disosialisasikan di seluruh Indonesia terutama dijajaran prajurit AL. Karena pemahaman Al- Qur’an sangat di butuhkan dalam mengawal tugas prajurit AL yang sering berhadapan dengan tantangan, baik musuh negara maupun peristiwa alam. Tantangan yang pasti adalah gelombang laut yang kadang-kadang tidak bersahabat, belum lagi tantangan media teknologi, seperti tayangan TV, beban tugas di sekolah formil bagi siswa sehingga mengurangi ruang dan waktu untuk mempelajari Al-Qur’an. Makanya untuk menenangkan jiwa Anggota TNI Al dan Keluarga yang ditinggalkan disaat bertugas, dibutuhkan peningkatan keimanan dan ketakwaan melalui baca Al-Qur’an. Biarlah tupoksinya ada pada jajaran Kementerian Agama, namun kewajiban mengajarkan Al-Qur’an adalah tanggung jawab kita bersama. Demikian Arnol mengakhiri sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi. Sementara H.Musnar sebagai penemu metode senyum mengungkapkan, bahwa inti dari metode senyum ini adalah pengenalan Al- Qur’an melalui Pola, titik dan tanda. Inilah rumus-rumus Al- Qur’an yang kita sampaikan lewat senyum sehingga memudahkan untuk mempelajari Al- Qur’an.( Rifki)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW