Logo
SEKSI PEKAPONTREN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA BUKITTINGGI GELAR WORK SHOP UNTUK GURU TKQ DAN PONDOK PESANTERN - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

SEKSI PEKAPONTREN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA BUKITTINGGI GELAR WORK SHOP UNTUK GURU TKQ DAN PONDOK PESANTERN

Admin Sumbar Jumat 08, April 2011 | 11:00:00 wib

Sebanyak 80 orang guru Taman Kanak-Kanak Al-Quran (TKQ) dan Guru Pondok Pesantren (Pontren) ikuti Warkshop sealama empat hari yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi seksi Peka Pontren bertempat di aula Kantor Kementerian setempat. Acara Warkshop yang berlangsung dalam rangka pembinaan dan bimbingan terhadap TKQ dan Ponpes itu dibuku secra resmi oleh Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Bukittinggi,Drs.H.M.Nasir dihadiri Pengawas penddikan,para pejabat di jajaran Kantor Kementrian Agama. Worksahop untuk Pondok Pesantren berlangsung selama dua hari yaitu dengan materi baca tulis kitab kuning dengan menampilkan nara sumber yang sudah berpengalaman dari STAIN Syekc Jamil Jambek Bukittingi, Dra.Irna Andriani,M.Pd dan Drs.Edismar Murad dari Padang, Drs.H. M.Nasir Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Bukittinggi. Disamping Kasi Peka Pontren melaksanakan Workshop untuk pontren juga untuk Taman Kanak-Kanak Ql-Quran mengadakan kegiatan yang sama seperti Workshop Teknik Pembelajaran Cara cepat baca Al-Quran yang dikuti oleh 40 orang guru TKQ se Kota Bukittingi selama dua hari Workshop untuk guru TKQ itu berlangsung( 23/3) dengan nara sumber Ir Raudhati Ruslan,M.Pd,dengan materi sumber pembelajaran Iqra sedangkan Rusman Edi,M.Pd juga bertindak sebagai nara sumber dengan materi Kaidah-kaidah dalam membaca dan menulis Al-Quran. Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Bukittinggi,Drs.H.M.Nasir dalam sambutannya mengatakan cekal bakal lahir Pondok Pesantren. Pondok Pesantren mempunyai visi dan misi daintaranya upaya untuk mengembangkan dan memantapkan ajaran agama Islam. Demikian juga lahirnya Pondok Pesantren diawali mengaji di suarau yang dipimpin oleh salah seoranng buya,kiyai yang berpendidikan di Mekah tetapi karena rumah tidak lagi mengizinkan dan sudah banyak muridnya maka dibikin sekolah yang punya asrama. Sebagai nara sumber Kepala Kantor Kementerian Agama denganm materi Kebijakan Kemenag Tentang Pendidikan Menjelaskan bahwa Kementrian Agama mempunyai tanggung jawab sehubungan dengan pendidikan agama termasuk baca tulis Al-Quran.] Demikian juga sehubungan dengan cekal bakal baca Al-Quran sangat perlu guru-guru dari TKQ memahami sehubungan dengan baca tulis Al-Quran itu karena TKQ merupakan cekal bakal pandainya baca tuli Al-Quran kata, Drs.H.M .Nasir. Sementara itu Kasi Pekapontren Kemenag Bukittinggi, Drs.H.M.Arsyad mengatakan sangat diharapkan kepada peserta workshop untuk mengembangkan dan memanfaatkan ilmu yang di poroleh selama Workshop sesuai dengan tujuan dari workshop itu sendiri..Tri Andriani/Madi

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW