Logo
PERESMIAN PEMAKAIAN MASJID TAQWA APAR SUNGAI NANING - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

PERESMIAN PEMAKAIAN MASJID TAQWA APAR SUNGAI NANING

Admin Sumbar Rabu 13, Juli 2011 | 11:00:00 wib

50 Kota, 9 Juli 2011 Membangun masjid adalah salah satu ibadah yang diminati oleh kaum muslimin, apalagi sesuai dengan janji Allah SWT bahwa siapa yang membangun masjid di dunia ini maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di Syurga. Inilah yang memotivasi seorang hamba Allah, Iswar Idris (perantau di Jakarta) untuk membangun kembali masjid di kampung halamannya Jorong Apar Sungai Naning Kecamatan Bukik Barisan yang hari ini diresmikan pemakainnya oleh Bupati Lima Puluh Kota, dr. Alis Marajo dt. Sori Marajo. Bangunan masjid sebelumnya memang sudah terlalu tua (sebab masjid ini adalah masjid tertua kedua di Sungai Naning), dan kalau hanya menghandalkan partisipasi masyarakat di kampung halaman entah kapan masjid ini akan dapat diperbaharui, namun beginilah janji Allah SWT bahwa akan ada saja hamba-hamba Nya yang akan membangun dan menegakkan agama Nya dalam kehidupan ini. Hadir dalam peresmian, Ketua DPRD Lima Puluh Kota, SKPD terkait termasuk Kakankemenag Lima Puluh Kota yag diwakili Kasi Penamas. Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa Masjid adalah tampek "jinih nan 4" (angku khatib, angku imam, angku bilal dan angku kadhi), sehingga Masjid mestinya menjadi tempat kajian syari`at: tafsir, Bahasa Arab, dan lain-lain. Masjid juga harus menjadi tempat pendidikan, sebab pembelajaran dan pendidikan itu harus seimbang. Saat ini banyak sumber pembelajaran namun sedikit sarana pendidikan, oleh karenanya masjid harus menjadi alternatif untuk itu. Menurutnya Masjid juga merupakan tempat menyampaikan kebenaran dan menegakkan kebenaran. Ia juga mengharapkan dalam proses pembangunan nagari, anak nagari harus saling bekerja sama dengan semua terutama para perantau . Sebab walau bagaimanapun perantau itu tetap punya tanggung jawab membangun kampung halaman. Ada pepatah: setinggi-tinggi tabang bangau akan tetap kembali ke kubangan juga, inilah filosofi yang harus dipahami sehingga semua kita ikut memikirkan kampung halaman. Di Malaysia ada suku sungai naning, dan mereka pernah bertanya. Artinya mereka punya perhatian maka mari kita bangun silaturrahim dengan mereka. Dalam kegiatan peresmian pemakaian masjid ini juga sekaligus dilaksanakan Khatam al-qur`an. Bupati juga mengingatkan bahwa khatam al-Qur`an merupakan budaya yang harus di perdalam lagi dengan kajian terhadap al-qur`an itu sendiri, sehingga al-qur`an dapat diamalkan. Mengakhiri sambutannya bupati juga mengharapkan bahwa Surau-surau suku mari kita bangkitkan kembali, sebab dari sanalah proses pembinaan anak kemenakan itu dilakukan. Pada sesi akhir Bupati berkenan membubuhi tanda tangan pada prasasti peresmian pemakaian masjid. (Sfj)

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW