Logo
Mutasi Bergulir Di Kemenag Kota Payakumbuh - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

Mutasi Bergulir Di Kemenag Kota Payakumbuh

Admin Sumbar Senin 04, Juli 2011 | 11:00:00 wib

MUTASI BERGULIR Alek Sandra Dari Kabupaten Ke Kota Payakumbuh, Humas Mutasi bergulir di jajaran Kemenag Kota Payakumbuh. Rencananya, Selasa (5/7), Kakan. Kemenag Drs.H. Bustari, MM, akan mengambil sumpah dan melantik pejabat sturktural dan fungsional, di aula setempat dan akan dihadiri pejabat dan karyawan/ti. Kepala Subbag TU segera diisi oleh H. Darius yang selama ini menjabat sebagai Kepala KUA Payakumbuh Barat. Sedangkan Zamris, BA dipercaya sebagai tenaga fungsional di salah satu madrasah kota setempat. Kasi Mapenda di kabinet Bustari kali ini dipercayakan kepada Mustafa, MA yang dulunya staf pengajar di MAN 3 Payakumbuh. Kepala KUA Payakumbuh Utara dan Barat diemban oleh Endra Rinaldi, S.Ag dan Safrizal, S.Ag. Safrizal yang sudah hampir dua tahun mutasi dari Propinsi Riau ke Payakumbuh dan menjadi staf di KUA Payakumbuh Utara, kini dipercaya lagi dan segera mengemban tugas sebagai yang dituakan mengurus umat di tingkat kecamatan. Bustari rencananya hari ini, selain melantik pejabat struktural juga akan melantik perjabat fungsional. Diantaranya, Alek Sandra, S.Ag, MMPd, yang selama ini menjadi komando di MTsN Dangung-Dangung Kabupaten Lima Puluh Kota kini dipercaya menjadi Kepala MTsN Payakumbuh. Sedangkan Sahidin, S.Ag yang selama ini tenaga guru di MTsN Payakumbuh kini dipercaya menjadi Kepala MTsN Koto Nan Gadang menggantikan Nur Ali. Posisi Alek Sandra di MTsN Dangug-Dangung, Kakan. Kemenag Lima Puluh Kota H. Gusman Piliang akan mempercayakannya kepada Nur Ali, M.Pd, yang selama ini anak buahnya Bustari di MTsN Koto Nan Gadang. Pilihan itu sudah yang terbaik bagi kami di Lima Puluh Kota, sambung Gusman Piliang. Pejabat karir memang perlu diberikan perhatian. Karena, yang namanya prestasi banyak orang yang punya. Namun yang punya amanah menjadi pimpinan di bidang struktural dan fungsional adalah anugrah Allah SWT sekaligus kepercayaan pimpinan yang harus dijaga dan dihargai. Yang lebih penting lagi, saya akan pesankan hari ini kepada pejabat saya di Payakumbuh adalah, siap mengemban amanah dengan segala harapan dan sekaligus harus punya itikad baik untuk memajukan agama dan pendidikan keagamaan. Modal lainnya, kerjasama dengan semua pihak harus diutamakan. Apalagi, dalam tugas ini akan ada rintangan dan tantangan. Tapi dibalik itu semua adalah peluang. Cara meraih peluang itu kita saban waktu mampu berkomunikasi secara aktif dan obyektif dengan segala pihak. Salah satunya di madrasah. Perhatian terhadap komite dan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat harus solid. Karena yang namanya proses didik mendidik di level internal untuk sektor formal, informal dan non formal harus dilaksanakan secara benar dan serius. Disitulah kata kunci kita menjalankan birokrasi, kata Bustari. (nal) Tek foto H. Bustari

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW