Logo
RAKER & PEMANTAPAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA - Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat

RAKER & PEMANTAPAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA

Admin Sumbar Selasa 08, Februari 2011 | 12:00:00 wib

RAKER & PEMANTAPAN PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA 50 Kota, 8 Februari 2011 Bertempat di Ngalo De Villa Payakumbuh, selama 3 hari ke depan akan dilaksanakan Rapat Kerja seluruh jajaran Kementrian Agama Lima Puluh Kota yang dibuka langsung oleh Kepala Kem. Agama Sumbar. Sebelum pembukaan Kakanmenag Lima Puluh Kota, Drs. H. Gusman Piliang, MM. menyampaikan beberapa hal dalam hantaran kata, bahwa dana 22 M untuk Lima Puluh Kota tahun ini menjadi suatu kebanggaan dan sekaligus menjadi kecemasan, sebab pengelolaan dana ini sangat riskan jika tidak disertai oleh pemahaman yang memadai tentang pengelolaan keuangan negara, maka pada raker ini sekaligus akan diisi dengan pembekalan materi yang akan didisi oleh KPPN Bukittinggi dan Kasubag Perencanaan Kanwil Kem. Agama Sumbar serta Juri penggunaan keuangan negara, yaitu BPKP Sumbar. Hadir juga sebagai nara sumber Kabiro IAIN Imam Bonjol Padang, Drs. Amrul Wahdi, MM. dengan materi pengembangan SDM, sebab tanpa SDM yang berkualitas sungguh sangat sulit menyelesaikan kerja yang semakin berat di dunia yang semakin berat tantangannya ini. Dalam bekerja perlu dipahami PP 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa oeh seluruh jajaran kantor terutama oleh KPA, PPK, dll. Disamping itu PP 53 tahun 2010 juga harus didalami sebab dengan memanfaatkan waktu sesuai aturan PP; 37,5 jam per minggu akan membuat SDM akan lebih berkualitas, dengan memanfaatkan waktu kalau tidak sedang bekerja, bisa dengan membaca atau menulis untuk peningkatan kemampuan SDM dalam bekerja. Perhatikan hak, kewajiban dan larangan dalam bekerja. ‘Ikhlas beramal’ menjadi motto yang kuat dalam peningkatan SDM di lembaga Kemenag, sebab orang yang ikhlas akan terus bekerja walau tanpa pengawasan sekalipun. Dan mereka yang ikhlas akan selalau awas sehingga tidak terjebak sebagai orang munafiq dan tergelincir ke jalan yang salah dalam bekerja. Kakanwil, Drs. H. Darwas dalam sambutannya yang juga sekaligus sebagai narasumber menyampaikan bahwa; manusia itu tidak perlu dipuji-puji sebab kesuksesan itu selalu berada dalam kebersamaan. Predikat WDP (Wajar Dengan pengecualian) dalam pengelolaan keuangan bagi Sumbar sudah merupakan kemajuan bagi kita. Namun jangan sampai terlena, sebab orang bodoh akan berhati-hati. Namun mereka yang merasa pintar ini yang berbahaya. Tahun 2010 serapan dana di Sumbar cukup baik karena sebesar 93% dari 667 M dapat direalisasikan dalam berbagai bentuk kegiatan. Beliau juga mengingatkan bahwa semua kegiatan itu harus dilaporkan sebab yang tidak dilaporkan sama dengan korupsi. Kesuksesan bekerja ada pada kedisiplinan, cobalah renungkan berapa gaji kita tiap hari, bahkan sebelum bekerja gaji sudah diterima. Apakah ‘halal’ gaji yang diterima sementara kita tidak optimal dalam bekerja. Kesuksesan juga dengan dukungan data yang valid. Sebab tanpa data kita bisa menerawang, bukan rencana kerja tapi angan-angan dalam bekerja. Terakhir Kakanwil juga membuka Raker sekaligus ucapan selamat melaksanakan raker, semoga lebih sukses. Amin (Sfj). Keterangan foto : Drs.H. Gusman Piliang, MM sedang memberikan sambutan dalam acara pembukaan raker

RELATED POST
CONNECT & FOLLOW