Kanwil Minta Madrasah Patuhi SKB Empat Menteri

Kanwil Minta Madrasah Patuhi SKB Empat Menteri
Kanwil Minta Madrasah Patuhi SKB Empat Menteri

Canduang, Humas -- Jumat (7/8/2020) Madrasah Tsanawiyah Negeri Tujuh Agam  mendapat kunjungan H. Hendri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat dalam rangka memonitoring kondisi pelaksanaan pendidikan pada masa pandemi covid-19 dan melihat penerapan protokol kesehatan di lingkungan madrasah. Kedatangan Kakanwil disambut langung oleh Hj. Welluisa Kepala MTsN 7 Agam bersama Wakil Kepala.

Dalam kunjungan tersebut Kepala MTsN 7 Agam yang masih berstatus Plt menyampaikan kepada Kakanwil kondisi MTsN saat ini. Madrasah Tsanawiyah Negeri Tujuh Agam dari segi sarana dan prasarana sudah siap menerima kedatangan siswa untuk pembelajaran tatap muka. Selanjutnya kepala menginformasikan jumlah siswa saat ini sebanyak 647 siswa, terdiri atas 174 siswa kelas 9, 237 siswa kelas 8 dan 236 siswa kelas 7 yang tergabung dalam 20 rombel.


Selanjutnya Wellusia menyampaikan kendala yang dihadapi selama pembelajaran daring dan luring. Permintaan orang tua agar madrasah mengadakan pembelajaran tatap muka untuk siswa mereka.

H. Hendri, dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa warga madrasah harus mematuhi Surat Keputusan Bersama Empat Menteri, juga harus mematuhi protokol kesehatan. Pembelajaran tatap muka bisa dilakukan jika satuan pendidikan berada di ZONA HIJAU dengan syarat mendapat izin pemerintah daerah melalui Kementerian Agama sesuai kewenangan berdasarkan persetujuan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 setempat. Jika satuan pendidikan berada di Zona Kuning, Oranye, dan Merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkankegiatan Belajar Dari Rumah (BDR). Ketentuan pembelajaran tatap muka   tersebut tidak belaku bagi pesantren, pendidikan keagamaan, dan pendidikan tinggi.


Selanjutnya Kanwil menekankan pada pihak madrasah agar memperhatikan dan mengutamakan pendidikan karakter siswa bukan hanya memberikan knowledge atau pengetahuan saja pada peserta didik. Prioritaskan pendidikan pembiasaan seperti shalat dhuha, tahfizh quran minimal 3 juz untuk tingkat MTs dan gunakan tenaga yang profesional di bidangnya. (Irwansyah).|Mira