Untuk Persiapan Video Clpi. KUA Kecamatan Pasaman Temui Sjech Lubuk Landur

Untuk Persiapan Video Clpi. KUA Kecamatan Pasaman Temui Sjech Lubuk Landur

Pasaman Barat, Humas – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasaman, Pasaman Barat dan rombongan, Rabu (12/8) kemarin, berkunjung sekaligus bersilaturrahmi bersama tokoh agama Pasaman Barat, Sjech Mustafa Kamal di surau, sekaligus monumen sejarah religi, Jorong Lubuk Landur, Kecamatan Pasaman.

Kepala KUA Kecamatan Pasaman, Zulfikar, menjawab Inmas di ruang kerjanya, Simpang Empat, Kamis (13/8) siang, menjelaskan, kunjungan silaturrahmi sekaligus temuramah rombongan KUA Kecamatan Pasaman bersama Sjech Mustafa Kamal di surau kebanggaan masyarakat Lubuk Landur, juga berkaitan dengan akan dilaksanakannya pembuatan video clip.

“Seiring akan dilaksanakannya pembuatan video clip, berdurasi antara 5 sampai 10 menit, tentu harus melibatkan berbagai pihak, salah satunya dengan tokoh agama Pasaman Barat, seperti bersama Sjech Mustafa Kamal atau akrab disapa dengan buya Muzardin”, kata kepala KUA Kecamatan Pasaman, yang berdomisili di Talu, Kecamatan Talamau.

Selain sebagai tokoh agama, ulas Zulfikar, Sjech Mustafa Kamal, juga sebagai sosok pendidik, dan ulama yang memeiliki kharismatik. Untuk mengembangan syiar Islam, khususnya di Kecamatan Pasaman, Buya Muzardin, juga dikenal sebagai pendidik sekaligus pembina Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Mursyidin di Nagari Kapar, Kecamatan Luhak Nan Duo.

Dari segi pembinaan keagamaan di tengah umat (Islam), terang putera Nagari Talu, Kecamatan Talamau lagi, Sjech Mustafa Kamal, juga dikenal sebagai guru sekaligus pembimbing kegiatan ritual atau suluk di surau tua Lubuak Landur, Nagari Aur Kuning, Kecamatan Pasaman. Selain warga Pasaman Barat, anggota suluk asuhan Buya Muzardin, adalah warga berbagai kecamatan, kabupaten/kota, malah ada yang dari provinsi tetangga (Sumatera Utara).

Kawasan Lubuak Kandur sendiri, tambah Zulfikar, selain sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ritual atau suluk, juga ada kolam ikan (larangan), sebagai salah satu objek wisata alam juga religi di Pasaman Barat. Setiap hari libur, bahkan untuk Sabtu dan Minggu, objek wisata ini selalu dikunjungi warga, dari berbagai kecamatan, termasuk dari provinsi tetangga.

Sjech Mustafa Kamal, pada kesempatan itu menyampaikan, menjadikan Pasaman Barat sebagai daerah wisata, dengan segala potensi yang ada. Pengelolaannya harus melibatkan semua pihak, dan tidak bisa dilaksanaan secara apa adanya, dan oleh pihak tertentu saja. Dukungan, kerjasama dan partisipasi aktif semua pihak, termasuk Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Parsenibud), sangat diharapkan.

Agar lebih epektif dan efisien, tambah Mustafa Kamal, setiap potens yang ada dan tersebar di setiap kecamatan, sekaligus bisa dimanfaatkan secara maksimal. Pemerintah daerah, melalui Dinas Persenibud, harus mendata dan menatakelola setiap aset (objek wisata) yang ada. Pasaman Barat, terdapat sejumlah objek wisata secara alami, dan pantai mapun objek wisata religi. Zar|Mira