Pembicara Pamungkas, Kabag TU: Penyuluh Harus Update Dan Upgrade

Pembicara Pamungkas, Kabag TU: Penyuluh Harus Update Dan Upgrade

Padang, Humas --  Kementerian Agama khususnya Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sumbar terus berbenah dan serius mengimplementasikan visi lembaga dalam membangun masyarakat yang sholeh dengan memberikan penguatan-penguatan kompetensi dan penyeragaman persepsi seluruh jajarannya dari segala bidang termasuk penyuluhan, baik dalam bentuk bimbingan teknis maupun rapat koordinasi atau focus group discussion (FGD) dan wadah lainnya.

Seperti yang terlihat di Merapi Room Hotel Daima Padang pada Sabtu (12/10), dua puluh lima orang Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) perwakilan dari Kab/Kota yang ada di Sumbar sedang mendengarkan arahan dari pemateri pamungkas pada kegiatan Rakor dan Sapa Penyuluh Angkatan 1 yang digagas Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sumbar setelah dibuka langsung Kakanwil Kemenag Sumbar kemarin.

Dimoderatori Kasubbag Umum dan Humas Kanwil Kemenag Sumbar, Kabag TU Kanwil Kemenag Sumbar mengimbau seluruh peserta rakor untuk meningkatkan peran aktifnya di tengah-tengah masyarakat sehingga kehadiran penyuluh agama menjadi sitawa sidingin di kondisi pandemi saat ini.

“Penyuluh agama harus memiliki peran lebih dimasa pandemi ini. Masyarakat butuh informasi berimbang dan pengayom umat ditengah-tengah efek domino pandemi,” ujar Irwan mengawali materinya.

“Penyuluh harus jeli dan update serta upgrade. Jeli dalam melihat perkembangan masyarakat atau kecenderungan masyarakat dalam menerima dakwah/informasi. Update dalam konten atau isi dakwah dan informasi yang sedang beredar serta media penyampaiannya seperti media sosial dan youtube. Upgrade dalam segi keilmuan yang dimiliki karena sejatinya penyuluh merupakan tempat bertanya umat,” paparnya lagi.

Ia juga memotivasi peserta rakor dalam mengembangkan pola berdakwah yang biasanya door to door atau majelis to majelis menjadi pola digital dengan memanfaatkan dan mengikuti perkembangan.

“Jika kita bisa mencerahkan jutaan orang tanpa harus datang ke lokasi kenapa bertahan dengan hanya menjalankan cara-cara konvensional. Apalagi zaman covid-19 sekarang ini yang membuat kita tidak bisa seleluasa biasanya,” tukasnya.

“Cara mengkomunikasikan informasi dan dakwah yang selama ini kita lakukan juga harus di upgrade dan update. Karena sejatinya konten atau isi dakwah yang kita sampaikan sama dalilnya yang disampaikan ustad/ustadzah kondang diluar sana namun cara mengkomunikasikannya saja yang berbeda,” tandasnya.

Sebelum menutup kegiatan tersebut secara resmi mewakili Kakanwil Kemenag Sumbar, Kabag TU kembali mengingatkan seluruh penyuluh yang hadir untuk selalu mempedomani empat fungsi penyuluh agama islam dalam menjalankan tugas. Pertama, penyuluh mempunyai fungsi informative. Dengan mengetahui fungsi pertama tersebut berarti seluruh penyuluh agama islam berkapasitas memberikan informasi-informasi terkini dan benar seputar permasalahan umat dalam konteks agama dan keagamaan.

Kedua, fungsi edukatif yaitu penyuluh juga berfungsi sebagai pendidik umat menjadi sholeh baik secara agama maupun sosial. Ketiga, fungsi konsultatif yaitu tempat bertanya dan berdiskusi dalam mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi masyarakat sehingga hal ini juga mendorong penyuluh untuk terus mengupgrade keilmuannya. Terakhir, fungsi advokatif yaitu penyuluh sebagai pembela, pengawal, penjaga dan pemelihara umat.

“Dari seluruh fungsi penyuluh tersebut dapat kita simpulkan bahwa penyuluh harus menjadi tauladan bagi masyarakat karena penyuluh disoro (public figure). Mulai dari cara berpakaian, kebiasaan, tutur kata dan tindak tanduknya. Maka jadilah contoh yang baik di tengah umat,” tutupnya. vn