Kemenag Sumbar Sebut Tanah Wakaf Dihibahkan Bisa Dipidana

Kemenag Sumbar Sebut Tanah Wakaf Dihibahkan Bisa Dipidana
Kemenag Sumbar Sebut Tanah Wakaf Dihibahkan Bisa Dipidana

Sawahlunto, Humas--Pengelola tanah wakaf (nazhir) atau siapapun yang berupaya merubah status tanah wakaf menjadi tanah hibah bisa terkena sanksi pidana. Demikian diungkapkan Kepala seksi pemberdayaan wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat,  Muslimah pada acara penanganan sengketa tanah wakaf dan pembinaan pengamanan bagi Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kota Sawahlunto, Rabu (28/4).

"Literasi perwakafan kita masih lemah, masih banyak yang belum tahu bahwa tanah wakaf tidal boleh dihibahkan apalagi dijual," terang Muslimah di Aula Kantor Kemenag Kota Sawahlunto. 

Lebih lanjut menurut dia, banyaknya kasus yang menyangkut tentang sengketa  tanah wakaf hendaknya dijadikan pelajaran bagi semua pihak khususnya Kepala Kantor Urusan Agama selaku PPAIW agar lebih berhati-hati dalam menyelesaikan administasi perwakafan. 

"Persoalan tanah wakaf bukan sewaktu wakif mewakafkan tanahnya melainkan setelah beberapa tahun kemudian tanah tersebut ternyata sudah mempunyai nilai," ujarnya. 

Menyikapi hal tersebut, Muslimah mengingatkan Kepala KUA agar benar-benar mengamankan tanah wakaf, baik dari aspek yuridis maupun aspek fisik seperti pemasangan papanisasi di lokasi tanah wakaf. 

"Untuk tanah wakaf yang harus diperhatikan yakni, administrasi, pengamanan tanah wakaf dan pemberdayaan tanah wakaf," kata Muslimah yang kini juga menjabat Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera Barat. 

Terkait data tanah wakaf, Fadhli Pohan sebagai operator Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) Kanwil Kemenag Sumbar menjelaskan, sampai sekarang SIWAK masih menjadi rujukan dasar data base tanah wakaf. 

Oleh sebab itu, Ia meminta operator SIWAK di daerah supaya memaksimalkan input data tanah wakaf dan menyempurnakan data informasi yang masih kurang, misalnya dokumentasi foto lokasi. 

Disinggung pula Kasi Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag Sumbar, M. Rifki, bahwa pada hakekatnya PPAIW merupakan perpanjangan tangan tuhan karena mengelola tanah milik tuhan. 

Selain itu, Rifki pun menyinggung konversi zakat fitrah dengan nilai rupiah serta pengumpulan dan pendistribusian menjelang hari raya Idul Fitri. 

Sebelumnya, Kasubbag TU Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Okto Verisman dalam sambutannya mewakili Kepala Kankemenag menyebutkan, tanah wakaf merupakan aset umat dalam jangka panjang yang harus diamankan dan ditingkatkan fungsinya termasuk inventarisasi.

Selama pembinaan berlangsung, sejumlah pertanyaan dan saran yang diajukan kepala KUA turut menghidupkan suasana pertemuan yang dihadiri pula Sekretaris BWI Kota Sawahlunto, Adrimas, Operator SIWAK masing-masing KUA, tak terkecuali Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Sawahlunto selaku pengantar acara. (f@hmi)