Da’i dan Da’iyah Harus Melek Teknologi Informatika

Da’i dan Da’iyah Harus Melek Teknologi Informatika

Sarilamak, Humas--Da’i dan Da’iyah merupakan aktor utama yang memiliki peranan penting dalam mengayomi serta memberikan pendidikan kepada umat, oleh sebab itu kehadiran Da’i dan Da’iyah akan selalu dirindukan oleh umat.

Hal tersebut disampaikan H. Naharudin, Kakan Kemenag Lima Puluh Kota (29/04) dihadapan peserta Pembinaan Da’i dan Da’iyah Jajaran Kementerian Agama Lima Puluh Kota. Kegiatan strategis tersebut diikuti dua puluh enam Dai dan Daiyah  dari tiga belas Kecamatan. Kegiatan pembinaan dipusatkan di Aula IPHI Centere Tanjung Pati.

Lebih lanjut Kakan Kemenag menjelaskan, “Kedepanya Da’i dan Da’iyah akan menghadapi tantangan dakwah yang semakin komplek, ditengah kemajuan teknologi informatika yang begitu cepat, hal tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi Da’i/Da’iyah untuk melahirkan inovasi metodelogi dalam menyampaikan pesan dakwa kepada umat yang dinamis. Perlu saya garis bawahi, “Kemapuan Da’i/Da’iyah dalam menguasai teknologi Informasi akan berbanding lurus dengan efektivitas pesan dakwah yang disampaikan,"  jelas Kakan Kemenag.

Terkait kegiatan pembinaan yang digagas Kemenag Lima Puluh Kota, Kakan Kemenag menyampaikan, “Kegiatan pembinaan merupakan bukti nyata dari komitmen Kementerian Agama untuk meningkatkan kompetensi serta kualitas Da’i dan Da’iyah, dengan meningkatnya kualitas diyakini akan dapat meningkatkan kualitas hidup umat secara umum, oleh sebab itu saya berharap kegiatan ini memiliki outcome yang jelas serta terukur," simpul Bapak mudah senyum ini.

Sementara itu, H. Irwan, Kabag TU Kanwil Kemenag Prov. Sumatera Barat dalam paparan materi pembinaan menegakan perlunya para Da’i dan Da’iyah untuk mengausai seni serta metodelogi komunikasi yang efektif, sehingga dapat menjadi magnet bagi umat.

“Para Da’i dan Da’iyah perlu mengasah kembali seni komunikasi dakwah hal ini penting dilakukan agar umat yang menjadi subjek dakwah dapat menerima pesan dakwah dengan mudah dan merasuk kedalam hati," jelas jebolan IAIN Imam Bonjol Padang ini

Disisi lain H. Irwan mengajak para peserta untuk menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah, “Perkembangan dunia komunikasi mengharuskan pesan dakwah dikemas dalam bentuk konten media sosial yang menarik, educatif serta menghibur tanpa kehilangan subtansi dakwah, ini menjadi tantangan khusus bagi Da’i/Da’iyah dalam mengembangankan metode dakwah yang sesuai dengan perkembangan zaman," terang H. Irwan

“Atas nama pribadi dan pimpimnan lembaga saya meapresiasi atas terlaksananya kegiataan pembinaan Da’i dan Da’iyah di jajaran Kemenag Lima Puluh Kota, kegiatan ini diharapkan akan menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kualitas serta komptensi Da’i dan Da’iyah dalam menghadapi era 4.0 yang begitu dinamis," simpul H. Irwan.

Sebelumnya H. Safrijon, Kasi Bimas Islam Kemenag Lima Puluh Kota dihadapan awak media menjelaskan, “Selama kegiatan pembinaan seluruh peserta dan panitia kegiatan menerapkan protokol kesehatan yang aman dari penyebaran Covid-19 secara disiplin, hal tersebut dilakukan agar kegiatan ini tidak kontraproduktif dengan komitmen Kmenterian Agama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19," jelasnya. (APP)