Kakanwil Kemenag Sumbar Monev Moderasi Beragama Di Kota Bukittinggi

Kakanwil Kemenag Sumbar Monev Moderasi Beragama Di Kota Bukittinggi
Kakanwil Kemenag Sumbar Monev Moderasi Beragama Di Kota Bukittinggi

Bukittinggi, Inmas-- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Kasmir didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha, H. Zulfikar dan seluruh Kasi serta Penyelenggara dilingkungan Kantor Kemenag Kota Bukittinggi menyambut kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sumatera Barat, H. Hendri beserta tim monev moderasi beragama, Jum'at (30/04) bertempat di Aula Kantor Kemenag setempat. 

Penyuluh Agama Islam selaku ujung tombak Kemenag, selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga mereka adalah garda terdepan Kemenag dalam memberi pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Bukittinggi, H. Kasmir saat menyampaikan sambutan sebelum Kakanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat menyampaikan arahan terkait Moderasi Beragama yang diikuti oleh seluruh Penyuluh Agama Islam se-kota Bukittinggi.

Dalam arahannya, H. Hendri menyampaikan beberapa defenisi moderasi dari berbagai bahasa serta menyebutkan betapa pentingnya moderasi beragama dalam kondisi padatnya pertumbuhan dan perkembangan manusia di dunia, khususnya di Indonesia.

"Melihat kondisi kemajemukan Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, tentunya kita harus memahami moderasi dan menerapkannya dalam menjaga keutuhan bangsa", terang H. Hendri

"Yang di moderasi bukanlah agama, melainkan cara pandang dan sikap kita selaku penganut agama. Agama adalah kebenaran yang mutlak yang tidak perlu di ragukan lagi, tetapi sifat manusianya yang harus di moderasi", ulasnya

"Moderasi sendiri disebutkan dalam bahasa Arab dengan tawasut (tengah), artinya cara pandang dan sikap yang selalu di tengah, bersikap adil dan tidak ekstrim dalam beragama", imbuhnya

Kakanwil menghimbau seluruh Penyuluh untuk tetap memberi pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya moderasi beragama.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan dua buku kepada 3 Kepala KUA se-kota Bukittinggi. Dua buku tersebut masing-masing berjudul Pedoman Moderasi Beragama dan Tanya Jawab Moderasi Beragama. *rzk