Ketua DWP Ny. Yenti Syamsuir Ajak Dharmawanita Kemenag Teladani Khadijah

Ketua DWP Ny. Yenti Syamsuir Ajak Dharmawanita Kemenag Teladani Khadijah
Ketua DWP Ny. Yenti Syamsuir Ajak Dharmawanita Kemenag Teladani Khadijah

Padang, Humas—Dibalik kesuksesan seorang suami pasti ada istri yang hebat. Dibalik kehebatan seorang laki-laki pasti ada wanita kuat. Begitulah ungkapan Ketua Dharmawanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Ny. Yenti  Syamsuir usai mengikuti pertemuan Dharmawanita Provinsi, Selasa (8/6) di Aula Kantor Gubernur.

Kegiatan yang dihadiri Ketua DW Provinsi, Ny. Merry Beni Warlis dan seluruh pengurus DW OPD tingkat Provinsi serta DW Pemerintah Daerah Kabupaten Kota se Sumatra Barat mengangkat tema Kesehatan dan kepribadian. Tak tanggung-tanggung panitia menghadirkan Dr. Muslimah, Kasi Wakaf Kanwil Kemenag Sumbar sebagai penceramah.

Ny. Yenti Syamsuir didampingi Ny. Des Syamsul Arifin menyampaikan kebanggaan dan dukungan kepada anggota Dharmawanita Kanwil Kemenag bisa tampil dan memberikan pencerahan kepada ibu-ibu Dharmawanita tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota se Sumatera Barat. Untuk Pembacaan Doa juga dipercayakan kepada Hj. Syafrida, Penyuluh Agama Islam Kanwil Kemenag.

“Ini sebuah apresiasi bagi kita Dharmawanita Kanwil Kemenag telah dipercaya mengisi kegiatan Dharmawanita Provinsi. Disamping itu, kita juga bisa menjalin silaturrahmi dengan ibu-ibu dharmawanita instansi lain dilingkungan Provinsi serta memperluas wawasan tentang materi-materi yang disampaikan narasumber dalam kegiatan ini,” ungkap. Ny. Yenti Syamsuir.

Ketua DWP Kanwil Kemenag ini juga mengajak ibu-ibu Dharmawanita Kemenag Sumbar untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan dharmawanita karena menurutnya banyak ilmu yang bisa dipetik untuk meningkatkan pengetahuan dalam menjalankan kehidupan rumah tangga.

“Sebagaimana yang disampaikan bu Doktor Muslimah, kita harus meneladani sifat Khadijah istri Rasulullah yang telah berhasil memberikan support dan pengorbanan dalam perjuangan Rasulullah membela Islam,” ajaknya disela-sela rehat kegiatan.

“Jika saat ini kita tak lagi melakukan pengorbanan dalam menyebarkan Islam, setidaknya kita bisa mendukung kesuksesan suami di tempat kerja. Karena dukungan kita akan menambah kesuksesan dan memberikan kenyaman kepada suami saat bekerja,” imbuhnya.

Sementara itu, DR. Muslimah yang dibaiat sebagai penceramah menyampaikan materi dengan judul Baiat Cinta Khadijah terhadap Rasulullah. Muslimah menyampaikan kepada ibu-ibu Dharmawanita bagaimana keteladanan Khadijah sebagai istri Rasulullah SAW yang telah berkorban harta, waktu dan cinta untuk Rasulullah.

“Kita sudah banyak mendengar kisah-kisah nabi bagaimana perjuangan dan pengorbanan Khadijah dalam mendukung Rasul menyebarkan agama Islam. Kahdijah satu dari wanita sempurna yang disebutkan dalam hadis bukhari dan muslim,” papar Muslimah

Diceritakan Muslimah dalam hadis Bukhari Muslim ada 4 (empat) wanita yang sempurna  diantaranya Khadijah, Maryam Binti Imran, Asiah istri Fira’un dan Fatimah anak nabi Muhammad SAW. Khadijah tidak hanya berkorban harta tetapi Khadijah tempat berlindung dari rasa takut bagi Rasulullah. Berbeda dengan Aisyah yang masih memiliki sifat manja kepada nabi.

“Apa yang dilakukan Khadijah untuk Rasulullah adalah wafa’ . Artinya Khadijah habis habisan kepada Rasulullah. Tidak ada lagi yang dimiliki Khadijah semuanya sudah diberikan kepada Rasulullah. Tidak ada lagi pengorbanan Khadijah kecuali semua diberikan kepada Rasulullah. Tidak ada lagi yang tersisa bagi khadijah kecuali semuanya disarahkan kepada Rasulullah,” ungkap Muslimah membuat suasana haru.

Disampaikan Muslimah Khadijah itu tempat nabi menyelesaikan masalah, tempat ketentraman hati nabi. Inilah alasan Allah mengutus Khadijah mendampingi  Rasulullah. “Kita juga sudah diberi kesempatan untuk menjadi khadijah tetapi tak sedikit jugadari kita ingin menjadi Asiyah dengan sifat manjanya,” tutur Muslimah.

Terakhir Muslimah juga mengajak ibu-ibu menjadi Khadijah dengan memberikan support dan dukungan kepada suami dan buat suami nyaman dan tentram. “Rumah adalah oasis bagi Suami, seberat apapun masalah di luar, luruh saat berada di samping istri. Oasisnya suami itu di Rumah, bukan diluar,” Tukas Doktor Hukum Islam ini. RinaRisna