Kakan Kemenag Kab. Solok Hadiri PErtemuan FK KUA di Junjung Sirih

Kakan Kemenag Kab. Solok Hadiri PErtemuan FK KUA di Junjung Sirih

Koto Baru, Humas. Forum Kumunikasi (FK) KUA Kabupaten Solok laksanakan rutin di KUA Kecamatan Junjung Sirih, Rabu (23/06/2021).

Dalam pertemuan rutin dua kali sebulan tersebut dihadiri oleh Ka. Kankemenag Kab. Solok didampingi Kasi Bimas dan Penyelenggara Zawa. 14 Kepala KUA se Kabupaten Solok dan Penghulu. Turut hadir Majlis Ulama Nagari Junjung Sirih. 

Bebarapa topik hangat yang menjadi pamembicarakan dalam mudzakarah tersebut, antara lain menyangkut  penggunaan kalimat ijab Kabul yang dipraktekkan di tengah-tengah masyarakat. "Saya nikah engkau dengan anak ku .... dengan mahar... dibayar tunai." maupun kalimat "Saya nikahkan engkau dengan anak ku ... dengan mahar ... dibayar tunai."

Selain itu, juga dibahas masalah pelaksanaan ibadah qurban yang semakin dekat.

Pertemuan FK KUA dibuka oleh ketua FK KUA (Drs. Ardi Yulia) dilanjutkan dengan hantaran kata dari Kasi Bimas dan ditutup dengan arahan kepala Kemenag Kab. Solok. Dalam arahannya Kapala Kemenag Kab. Solok menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas terlaksananya pertemuan
Sering sering lah bertemu karena dengan pertuan tersebut persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat akan terpecahkan  dan mencair. Ini sesuai dengan pepatah Minang yang mengatakan "duduk surang bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang" ini mengandung makna dengan bermusyawarah bersama sama permasalahan akan dapat diselesaikan.

Terkait dengan kalimat ijab Kabul yang dipraktekkan di tengah-tengah masyarakat. "Saya nikah engkau dengan anak ku .... dengan mahar... dibayar tunai." maupun kalimat "Saya nikahkan engkau dengan anak ku ... dengan mahar ... dibayar tunai." Pada dasarnya tujuannya sama yaitu menyerahkan dan menerima. Tergantung pada niat seseorang melakukan perbuatan-perbuatan. Terjadi perbedaan penggunaan lafaz  tersebut, disebabkan perbedaan dalam menterjemahkan kalimat ijab qabul dalam bahasa Arab. Namun yang harus dipahami adalah makna dan maksud yang terkandung dalam kalimat tersebut.  Sama halnya dengan kalimat syahadat "Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhaduanna Muhammadarrasulullah" bahwa dengan kalimat tersebut seseorang yang awalnya kafir berganti menjadi muslim dan menjadi saudara bagi saudara bagi muslim lainnya.

Terkait dengan pelaksanaan qurban, beberapa hal yang harus diperhatikan setiap orang yaitu: siapa yang wajib berqurban, hewan yang boleh diqurbankan, tatacara penyembelihan hewan qurban dan siapa yang berhak menerimaan daging qurban. Sehingga pelaksanaan bernar-benar sesuai dengan tuntutan syariat Islam. Ini penting disosialisasikan oleh Kepala KUA, Penghulu dan MUI kecamatan kepada masyarakat. Yon | Fendi