Kakan Kemenag Buka Lokakarya MAN 1 Solok Plus Keterampilan

Kakan Kemenag Buka Lokakarya MAN 1 Solok Plus Keterampilan

Koto Baru, Humas. Menyambut tahun ajaran 2021/2022, MAN 1 Solok Plus Keterampilan (MAN 1 Solok) menggelar lokarkarya yang diiikuti tenaga pendidikan dan kependidikan madrasah tersebut.

Lokakarya untuk mematangkan persiapan tahun ajaran 2021/2022 ini berlangsung selama empat hari mulai Kamis (24/6), dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok Drs.H.Alizar, M.Ag.

Lokakarya kali ini mengusung tema “Pentingnya Propesionalisme Pendidik dan tenaga Kependidikan Dalam meningkatkan kualitas Peserta didik MAN 1 Solok Plus keterampilan," menghadirkan narasumber dari Akademisi dan praktisi pendidikan madrsah.

Ketua Panitia Lokakarya, Mulyadi dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta lokakarya adalah tenaga pendidik dan kependidikan di MAN 1 Solok Plus Keterampilan. Tujuannya untuk meningkatkan pengelolaan dan pelayanan madrasah kepada peserta didik tahun ajaran 2021/2022 nanti.

Disebutnya, tahun ajaran ini merupakan tantangan baru bagi bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, karena tahun ajaran ini secara resmi MAN 1 Solok memulai program PLus Keterampilan, semenjak terbitnya SK Dirjen Pendidikan Islam tahun 2020 lalu.

Untuk itu Panitia mendatangkan narasumber antara lain Drs. Irsyad Sahar M.Pd, kepala madrasah di kota Bukittinggi dan DR. Yeni Deswita M.Pd.kons, dosen IAIN Batusangkar.

Kepala MAN 1 Solok yang turut memberikan sambutannya, mengapresiasi semangat para tenaga pendidik dan kependidikan dalam mengikuti kegiatan ini. 

"Ini sebagai wujud dari semangat para guru dan pegawai dalam menyukseskan program MAN 1 Solok Plus Keterampilan dama menciptkan lulusan yang beriman, berilmu dan memiliki skill sebagai bekal menghadapi dunia global, yang menuntut setiap orang memiliki keahlian disamping iman dan ilmu," ujar Syukizal.

Menutup sambutannya, Syukrizal berharap dukungan dan dari Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok dan jajaran, agar MAN 1 Solok Plus Keterampilan sukses menjalan misi tersebut.

H. Alizar yang membuka lokakarya ini, mengapresiasi semangat tenaga pendidik dan kependidikan MAN 1 Solok Plus Keterampilan dalam memajukan madrasah dan mewujudkan madrasah hebat bermartabat dengan menjadikan salah satu madrasah tertua di Kabupaten Solok, sebagai madrasah terbaik.

"Saya bangga dengan pencapaian-pencapaian yang diraih oleh MAN 1 Solok, yang selalu selalu melahirkan motivasi dan kreasi-kreasi yang patut ditiru oleh madrasah lain. Mulai adi Adiwiyata, UKS dan sekarang plus keterampilan," ujar H.Alizar bersemangat.

Disebutnya, Plus Keterampilan ini adalah sebuah upaya Kementerian Agama untuk mengangkat derajat lulusan Aliyah ditengah masyarakat. Dimana lulusan Aliyah tidak hanya jadi panutan karena pengamalan ilmu agama dan prestasi ilmu pengetahuannya, tetapi juga memiliki skill dibidang teknologi dan keterampilan lainnya.

"Sungguh ini suatu beban berat bagi bapak ibuk pendidik, namun jika ini dijalani dengan keikhlasan dan semangat. Akan jadi suatu kebanggaan nantinya jika anak didik kita diterima hangat dan jadi panutan ditengah masyarakat,"jelas H. Alizar.

Ditambahkannya, selain menyemangati siswa, status Plus Keterampilan ini menjadi motivasi pula bagi tenag pendidik dan kependidikan di MAN 1 Solok untuk menambah skill dan memperdalam pengetahuan dibidang teknologi. Terutama yang menyangkut dengan jurusan yang kita sediakan untuk siswa.

"Jangan ada anggapan pada diri kita, kita ini lulusan sarjana agama, lulusan sarjana pendidikan, sehingga tidak wajib mendalami ilmu dan teknologi yang ada pada plus keterampilan. Justru ini pemicu semangat. Sebagai guru MAN Plus Keterampilan, kita harus juga menguasai teknologi minimal dasar-dasarnya," ulas H. Alizar.

H. Alizar menyebut, ada enam indikator yang bisa mengukur kinerja seorang pendidik dan tenaga kependidikan Pertama mutu, sebuah kualitas merupakan deskripsi dari yang dikerjakan dan bisa bersaing dengan yang lain. Kedua bisa diukur dengan jumlah atau kuantitatif. Ketiga cukup waktu untuk mengerjakan. Keempat, efektif dan efisien dalam penggunaan sarana. Kelima punya komitmen untuk menuntaskan pekerjaan sampai tuntas. Keenam evaluasi, setiap yang dikerjakan harus dievaluasi di mana titik lebih dan kelemahannya

Disampaikan juga, bahwa teknologi merupakan suatu ilmu yang cukup pesat perkembangannya. Untuk itu setiap pendidik tidak boleh terlambat dalam mengikuti perkembangan ini, agar tidak ketinggalan apalagi, pengetahuan dan pemahaman siswa lebih tinggi dari guru. Dicontohkannya hal paling mudah ditemui ditengah masyarakat adalah tekonolgi smartphone dan internet.

"Jangan sampai siswa lebih tinggi pengetahuannya tentang tekonologi dari guru. Contoh ringan, sekarng sudah keluar dan mulai berkembang teknologi 5G, sebagai guru kita harus tahu apa itu tekonolgi 5G," H. Alizar menyemangati para peserta lokakarya.

Menutup sambutannya, semangat mengikuti teknologi sebabagi bekal tugas, juga dibarengi dengan pendampaingan kepada siswa, bahawa teknolgi harus dibarengi dengan iman dan ilmu agar tidak salah dalm penggunaan dan penerapannya. Fendi