Usung Tema Computational Thinking, MTsN 4 Lima Puluh Kota Gelar Lokakarya

Usung Tema Computational Thinking, MTsN 4 Lima Puluh Kota Gelar Lokakarya

Lima Puluh Kota, Humas--Mengusung tema “Perancangan Pembelajaran Berbasis Computational Thinking Untuk Pendidik Dan Tenaga Kependidikan”, MTsN 4Lima Puluh Kota gelar Lokakarya.

Bertempat di Aula madrasah tersebut, pada Senin (28/6), Lokakarya dibuka langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Naharudin.

Dalam sambutan yang disampaikan, Naharudin mengapresiasi kegiatan Lokakarya tersebut. “Lokakarya merupakan suatu kegiatan wajib bagi satuan pendidikan guna mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi tahun ajaran baru. Hal ini tentu disesuaikan dengan kebutuhan dari lembaga tersebut, termasuk seluruh madrasah di Kabupaten Lima Puluh Kota. Saya mengapresiasi kegiatan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Madrasah yang telah bergerak cepat dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dalam hal persiapan menghadapi siswa baru. Kepada para tenaga pendidik saya berharap adanya rumusan metode pembelajaran yang dihasilkan nanti, agar terciptanya pembelajaran yang berkualitas dan menarik untuk peserta didik," urai Naharudin.

Pada kesempatan yang sama, Naharudin juga mensosialisasikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 tahun 2021 tentang panduan  Pelaksanaan Salat Idul Adha dan Penyelenggaraan Qurban tahun 2021 M/1442 H.

“Saya menghimbau agar pelaksanaan SE Menteri Agama ini benar-benar dapat kita laksanakan dan ikut mensosialisasikannya ditengah masyarakat. Semua kitaberkewajiban untuk itu. Tindakan ini adalah cara kita memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Dan jangan lupa untuk menerapkan Protokol Kesehatan dengan melakukan 5 M,” pungkas bapak dua anak ini.

Kepala MTsN 4 Lima Puluh Kota, Moh. Arief Hidayat, dalam sambutannya menjelaskan, tema yang diusung kali ini disesuaikan dengan kebutuhan tenaga pendidik dan situasi saat ini.

“Kemajuan saat ini menuntut tenaga pendidikan untuk melek teknologi. Era digital tidak bisa dihindari. Tenaga pendidik harus siap menghadapi semua itu,” jelas Arief.

Lebih lanjut Arief berharap, dari Lokakarya ini akan lahir tenaga pendidik yang paham teknologi. "Jangan sampai tenaga pendidik kalah pintar dari peserta didik dalam hal teknologi,” tutup Arief.

Laporan Ketua panitia menyebut, Lokakarya akan berlangsung hingga besok, dengan jumlah peserta 33 orang. Dr. Supardi, adalah narasumber yang akan mengupas tentang tema yang diusung dalam Lokakarya kali ini. (Nina)