Kepala Kemenag Kota Sawahlunto Sosialisasikan Langsung SE Menag RI Nomor 15 Tahun 2021 ke Masyarakat

Kepala Kemenag Kota Sawahlunto Sosialisasikan Langsung SE Menag RI Nomor 15 Tahun 2021 ke Masyarakat
Kepala Kemenag Kota Sawahlunto Sosialisasikan Langsung SE Menag RI Nomor 15 Tahun 2021 ke Masyarakat

Sawahlunto, Humas--Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, H. Syamsul Arifin langsung turun tangan ke masyarakat memberikan sosialisasi Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan pada Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Pelaksanaan Ibadah Kurban 1442 H.

Dihari yang sama pada dua tempat yang berbeda,  Jumat (2/7), Syamsul Arifin yang juga kini sedang menjabat Kepala bidang Pendidikan madrasah Kanwil Kemenag Sumatera Barat itu menyampaikan informasi SE Menag tersebut di hadapan jemaah salat jumat Masjid Babussalam yang terletak di samping Kantor Balaikota Sawahlunto. 

Selanjutnya usai salat jumat dilanjutkan setelah istirahat sosialisasi yang sama di hadapan Kepala Kantor Urusan Agama, Penghulu maupun Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS di Aula Kantor Kemenag Kota Sawahlunto. 

Menurut Pria asal Muaro Bodi Kabupaten Sijunjung itu, selain menindaklanjuti perintah pimpinan, tujuan sosialisasi sebenarnya meluruskan kembali kesalahfahaman masyarakat terhadap panduan tentang pelaksanaan salat Idul Adha 1442 pada masa pandemi Covid-19. 

"Tidak benar Menteri Agama melarang umat Islam salat Id," ujarnya pada kedua tempat sosialisasi edaran Menag tersebut. 

Yang benarnya kata dia, bagi kaum muslimin yang berada pada zona orange dan merah sebaiknya salat Id di rumah saja bersama keluarga. Sebaliknya daerah dengan zona kuning dan hijau dibolehkan salat di masjid/musalla namun tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. 

Hal ini sambung Syamsul dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus korona di tengah-tengah masyarakat. 

Selanjutnya kepada jajaran KUA sebagai ujung tombak Kementerian Agama terutama penyuluh agama agar turut berperan aktif menginformasikan kepada masyarakat secara bijak tentang edaran Menag dimaksud. 

Bahkan, dirinya pun menghimbau seluruh jajaran supaya semuanya terlibat memberitahukan edaran Menag ke tengah-tengah masyarakat,  minimal di lingkungan tempat tinggal masing-masing. 

"Urusan masyarakat patuh atau tidak,  itu bukan urusan kita, bagi kita yang penting menyampaikan  dan meluruskan jika ada kesalahfahaman masyarakat dalam menerima informasi tentang pedoman penerapan protokol kesehatan dalam salat Idul Adha maupun pelaksanaan ibadah kurban," tutupnya. (f@hmi)