7 Dosa Besar Penyebab Kebinasaan, Tema Perdana Wirid Mingguan Guru dan Pegawai MTsN 4 Pasaman

7 Dosa Besar Penyebab Kebinasaan,  Tema Perdana Wirid Mingguan Guru dan Pegawai MTsN 4 Pasaman

Bonjol--Humas Tak selamanya pandemi corona harus dikaji dari sisi negatif saja.  Buktinya,  tak bisa dipungkiri meski banyak hal-hal yang menjadi imbas dan dampak dari pandemi corona,  justru hal itu memunculkan sisi positif lainnya.  Salah satu sektor esensial yang kena imbas adalah dunia pendidikan. Kegiatan BDR (Belajar Dari Rumah) yang dijalani oleh siswa lebih setahun lamanya memang membuat miris perasaan kaum guru,  orang tua,  apalagi siswa.  Tapi, hal itu justru tak mengurangi aktivitas dari guru MTsN 4 Pasaman.  Setelah aktivitas mengajar daring selesai digelar,  mereka melanjutkan mengisi waktu dengan menggelar wirid seperti yang digelar perdana,  Jum'at (23/7).

Sebagai pengisi tausyiah adalah guru dan pegawai MTsN 4 Pasaman sendiri dengan jadwal bergiliran.  Uhum Bahri Lubis mendapat kesempatan sebagai pengisi tausyiah perdana minggu ini.  Tema yang disampaikan adalah "7 Dosa Besar Penyebab Kebinasaan yang dapat Merusak Ibadah Manusia Kepada Allah SWT". Dengan gayanya yang khas dan tenang,  Uhum Bahri Lubis menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya menyampaikan tujuh dosa besar. Tujuh dosa itu bisa menyebabkan kebinasaan, maka Rasulullah SAW mengingatkan umat manusia menghindarinya.

"Abu Hurairah mengatakan Rasulullah SAW bersabda, Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang dapat menyebabkan kebinasaan. Dikatakan kepada Rasulullah SAW, Apakah ketujuh dosa itu wahai Rasulullah?

Rasulullah menjawab, dosa menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan haq, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, dan menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina." begitu potongan tausyiah yang disampaikan lelaki kelahiran Lumban Dolok itu. 

Kegiatan yang digelar pedana itu, tentu saja disambut baik oleh kepala MTsN 4 Pasaman, Hj. Raflis. 

"Kegiatan bermanfaat seperti ini harus kita rutinkan setiap Jumat. Jika selama ini kita mengikuti bimtek, webinar, lokakarya dalam hal meningkatkan intelektual,  maka wirid pengajian seperti ini merupakan sarana memberikan nutrisi bergizi untuk spritual kita. Intelektual,  spritual,  dan emosional harus "balance" dan tidak boleh berat sebelah.  Mari kita sama-sama belajar dan belajar bersama untuk memperbaiki diri.  Jika terdapat kekurangan,  maka mari kita lengkapi.  Jika ada kesalahan,  mari saling instrospeksi dan segera kita benahi. Semua itu bertujuan agar semua hal yang kita lakukan menjadi ibadah.  Karena tujuan dari kita,  semata-mata untuk mendapatkan keselamatan hidup di dunia dan juga akhirat kelak" pesannya.  (arya)