Wisuda Tahfizd MTsN 2 Agam

Wisuda Tahfizd MTsN 2 Agam
Wisuda Tahfizd MTsN 2 Agam
Wisuda Tahfizd MTsN 2 Agam

Inmas Agam, (24/7), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Agam pada Sabtu 24 Juli 2021, menggelar Wisuda Tahfidz I Tahun Pelajaran 2020/2021, santri-santri yang diwisuda tersebut dibina selama 2 tahun ini di MTsN 2 Agam oleh tiga orang guru Pembina dan di awasi oleh tim pengelola dan Alumni PGA Yayasan, PGAN 4 tahun dan MTsN Kamang (2 Agam).

Prosesi wisuda Al Quran dan wisuda Tahfidz MTsN 2 Agam tahun 2021 ini diikuti oleh 48 siswa siswa Tahfidz, yang digelar di Gedung Serba Guna MTsN 2 Agam, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19, memakai face sheild/masker, menjaga jarak karena ini memang sesuatu yang harus diperhatikan dimasa pandemic ini.

Lantunan ayat suci Al Quran yang di bacakan oleh dua orang santri tahfizd mengawali prosesi wisuda, membangun khidmat pada wisudawan/wisudawati, orang tua, guru dan siswa yang hadir mengikuti acara. Hadir dalam acara wisuda ini Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansarullah, Bupati Agam Andri Warman, Anggota DPRD Provinsi Sumbar Rinaldi, Anggota DPRD Kab. Agam Syafruddin, Kakankemenag Kab. Agam Edi Oktaviandi dan beberapa pejabat daerah lainnya.

Ketua Panitia Edrizal Musa dalam laporannya menyampaikan bahwa 48 orang santri ini dibina langsung di MTsN 2 Agam dan biaya gaji guru semuanya dari Alumni dan juga penyelenggaraan wisuda tahfizd ini juga banyak bantuan dari alumni dan sumbangan dari pihak lainnya. Dan Kepala MTsN2 Agam menjelaskan dalam sambutannya apresiasi yang setinggi-tingginya untuk alumni karena mulai dai pembinaan sampai wisuda ini tidak lepas dari bantuan alumni. Dan Irma Suryani selaku Kepala Madrasah berharap kegiatan pembinaan dan wisuda ini bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya, dan diharapkan kepada santri yang mengikuti wisuda hari ini di tahun berikutnya agar bisa meningkatkan hafalan mereka. “Kepada siswa yang diwisuda, kita berharap dan berpesan supaya  tetap belajar Al Quran, karena wisuda bukan berarti sudah selesai membaca Al Quran, melainkan merupakan langkah awal untuk mempedalami isi kandungan-Nya, sekaligus menghayati dan mengamalkannya dalam penghidupan sehari-hari”, ujarnya penuh harap.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam Edi Oktaviandi dalam sambutannya menyampaikan supaya momentum wisuda Tahfidz ini dijadikan landasan untuk menseimbangkan ilmu pengetahuan umum dan teknologi dengan ilmu agama, karena salah satu penyebab lemahnya sumber daya manusia, adalah karena tidak seimbangnya kedua ilmu itu. Program Wisuda Tahfizd itu harus dilakukan seleksi untuk diwisuda bukannya asal-asalan. Diharapkan kepada siswa-siswa kita yang wisuda ini akan terbentuk karakternya yang sesuai dengan al-Qur’an.

Selain terhadap siswa, kepada para orangtua siswa yang wisuda Tahfidz khususnya dan masyarakat Kamang umumnya, beliau juga berharap dan berpesan supaya menanamkan pendidikan agama kepada anak-anak kita, supaya mereka tumbuh dan berkembang dengan pondasi agama yang kokoh dan kuat. Dan selanjutnya beliau menyampaikan bahwa seandainya nanti anak kita bisa hafizd 10 juz maka mereka akan di terima di Perguruan Tinggi tanpa tes. Karena sesuai dengan hasil penelitian bahwa anak yang hafizd al-Qur’an sudah pasti pintar.

Sementara menurut Bupati Andri Warman menjelaskan bahwa kita di Agam berupaya untuk mendorong kegiatan keagamaan terutama tentang Seni Al-Qur’an dan Tahfizd. Dan ini senada dengan yang disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansarullah bahwa seandainya ada anak kita yang hafizd al-Qur’an dan bida kuliah ke Timur Tengah dan terkendala dalam biaya maka kita akan usahakan untuk membantu mereka. Sekarang baik pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten dan Kemenag berusaha untuk sama-sama memperhatikan kegiatan pembelajaran al-Qur’an dan Tahfizd ini.

Rangkaian acara wisuda ini disusun sangat menarik sehingga tidak membuat suasana menjadi dingin dan membosankan. Salah satu susunan acaranya adalah  penampilan musikalisasi puisi dari peserta Wisuda Tahfizd. Dan kepada wisudawan/wisudawati Tahfidz juga diberikan sertifikat tahfidz oleh madrasah, dan orang tua wisudawan/wisudawati masing-masing dipakaikan mahkota oleh anaknya. (Syaf/Humas)