H.Edy Oktafiandi Ingatkan Siswa MAN 1 Agam,"Stop Perkawinan Dini, Siapkan Generasi Berkwalitas"

H.Edy Oktafiandi Ingatkan Siswa MAN 1 Agam,"Stop Perkawinan Dini, Siapkan Generasi Berkwalitas"

Maninjau Humas – Perkembangan peradapan manusia terus berkembang seiring dengan bergulirnya zaman,perubahan sikap, mental , karakter serta keputusan dalam kehidupan ikut menjadi objek dari pengaruh peradapan itu sendiri. Maraknya penggunaan media sosial, beragamnya tontonan hiburan dan permainan di dunia internet kerap menciderai pola pikir dan sikap peserta didik, apalagi  tanpa filter yang memadai, pada akhirnya ada sebahagian peserta didk yang terputus pendidikan secara formal. Dan ada yang melaksanakan pernikahan yang pada hakikatnya belum memenuhi syarat secara syar’I dan Undang undang. Fakta tersebut tidak bisa dipungkiri dan harus diterima sebagai bentuk konskeskwensi dari pengaruh lingkungan, tontonan serta hiburan diluar kendali dan batasan kewajaran.

Untuk mengantisipasi kemungkinan kemungkinan negatif  terhadap peserta didik dan membekali mereka agar terhindar dari praktek  pernikahan dini, Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Agam H. Edy Oktafiandi kembali membuktikan kepedulianya  dalam mengedukasi siswa MAN 1 Agam untuk membekali diri  dalam menghadapi tantangan perkembangan  zaman yang akan berdampak kepada peserta didik, terutama pernikahan yang belum saatnya terjadi.

Kehadiran orang nomor satu di lingkugan Kantor kementerian Agama Agam ini, menghadiri sekaligus bertindak sebagai narasumber pada acara yang bertajuk “ Stop perkawinan Usia Dini, Siapkan Generasi berkuwalitas”.

Kegiatan untuk kesekian kalinya  diselenggarakan di MAN 1 Agam hari ini senin (2/8/2021). Ikut serta mendampingi Kepala Seksi BIMAS  Kan Kemenag Febri Doni.MA  dan sejumlah panitia lainya. 

 Azizul hayati kepala MAN 1 Agam  dalam sambutannya dihadapan 62 orang siswa dan siswi kelas XI mengimbau, sudah saatnya  selaku anak madrasah membuktikan eksistensinya ditengah masyarakat ,agar tampil beda dengan anak lainya baik tutur kata dan sikap.

"Dikarenakan anak madrasah adalah anak yang terkendali seluruh kata, ucapan dan tindakanya oleh Agama, apalagi dalam pergaulan yang akan menggiring kepada prilaku yang sangat tidak wajar." Jelasnya.

"Adanya pernikahan secara dini sebagai bukti dari prilaku yang tidak terkendali.” Ucapnya lagi.

Lebih lanjut Azizul mengingatkan kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan waktu belajar secara maksimal sekalipun dalam suasana terbatas di masa pendemi.

"Gapailah cita cita selagi masih remaja dan  yakinlah jodoh bila sudah saatnya pasti akan bertemu, karena hal itu bahagian dari takdir Allah SWT,"Tambahnya.

Sementara itu dalam paparannya  pemateri pertama Febri Doni Kasi BIMAS menguraikan berkenaan dasar, syarat dan tujuan dari sebuah perkawinan yang telah diatur oleh Allah SWT dan Undang undang Perkawinan.

Sejatinya seluruh aturan tersebut bertujuan untuk menyelamatkan anak manusia dan mengangkat wibawa serta martabatnya sekaligus sebagai pembeda kehidupan manusia dari makhluk lainya.

Menurutnya usia yang ukup, sisi ekonomi, kematangan psikologi dan pengetahuan agama adalah syarat terjadinya pernikahan.

"Tidak  mengedepankan kemauan semata. Keberhasilan membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah berproses dari hal tersebut." Ulasnya.

Edy Oktafiandi dalam uraianya mengajak dan  mengingatkan kepada seluruh siswa kelas XI MAN 1 Agam  agar senatiasa hati hati dalam bersikap. Pengaruh lingkungan, derasnya arus informasi dan bermacamnya aplikasi yang disajikan internet diluar batas, akan  mempengaruhi prilaku kita, apalagi sensor agama tidak berfungsi dengan maksimal.

“Perkawinan yang  memenuhi syarat dan terencana akan melahirkan generasi yang berkwalitas. Banyaknya perceraian, Rumah Tangga yang bermasalah adalah bukti ketidakpatuhan manusia dengan aturan Allah SWT dan Undang Undang Pemerintah. Maka saya mengingatkan kepada seluruh anak madrasah agar bersikap dan bertindak sejalan dengan aturan tersebut,” Tegasnya.

Kegiatan sosialisasi yang berdurasi Empat jam ini berlangsung dengan sukses dan menyenangkan. Disamping temanya sedikit menggelitik peserta, juga memberikan nutrisi yang luar biasa.

Dhamas siswa kelas XI IPA saat ditanya kesanya menyebutkan,” Alhamdulillah secara pribadi saya mendapatkan educasi yang luar biasa, materinya amat bermafaat dalam menentukan masa depan saya, terutama tentang perkawinan yang sejati.’ Ucapnya. (Hasnan)