PDWK Selama Enam Hari untuk Guru MI di Pasaman Barat, Berakhir

PDWK Selama Enam Hari untuk Guru MI di Pasaman Barat, Berakhir

Pasaman Barat, Humas – Pelaksanaan Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK), diikuti sebanyak 30 orang guru Madarsah Ibtidaiyah (MI) negeri dan swasta se Pasaman Barat, Sabtu (18/9) siang kemarin berakhir. PDWK selama enam hari di aula Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Empat, ditutup Plh. Kepala kantor, Rali Tasman.

Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Rali Tasman, menjawab Humas, usa menutup PDWK sebagai ajang pelatihan bagi guru tingkat MI, menjelaskan, meningkatkan kualitas, kemandirian dan profesinal setiap guru, seperti di Pasaman Barat, adalah kewajiban. Sukses atau tidaknya seorang guru, termasuk pendidik tingkat MI, ditetukan oleh mereka sendiri.

Kalaulah melanjutkan jenjang pendidikan secara formal tidak bisa, apakah tamanan program Diploma Dua (D-2), Diploma Tiga (D-3), dan program Starata Satu (S-1) ke jenjang lebih tinggi, ulas Rali Tasman, meningkatkan jenjang pendidikan ke tingkat lebih tinggi, juga bisa diperoleh melalui pelatihan, workshop, seminar, dan sebagainya.

Dilaksanakanya PDWK untuk guru MI se Pasaman Barat selama enam hari kemarin, kata Rali Tasman, diharapkan bisa menambah wawasan, ilmu pengetahuan, dan pengalaman bagi peserta, sehingga ketika akan mengablikasikan di lembaga pendidikan bersangkutan, mereka bisa menerapkannya di madrasah yang bersangkutan.

Kepala BDK Padang, diwakili Kasi Administrasi Emi Arbi, menyampaikan, PDWK bagi guru MI negeri dan swasta se Pasaman Barat selama enam hari, merupakan wujud kepedulian Kementerian Agama, melalui BDK Padang untuk meningkatkan kualitas dan potensi pendidik, sehingga bisa menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal.

Agar proses pembelajaran antara guru dengan peserta didiknya berjalan maksimal, dan hasil yang akan dicapai juga memuaskan, para pendidik diharapkan meningkatkan kualitas serta potensi didinya secara maksimal. Menanamkan pengatahuan dasar keagamaan kepada anak bangsa sangat epektif dan tepat sasaran, jika penanaman ilmu dasar agama diajarkan semenjak mereka beusia dini.

Akhir-akhir ini, tambahnya, banyak peserta didik, tidak mengetahui urutan dari rukun shalat, rukun wuduk, termasuk manam-macam dari rukun islam dan urutan dari rukun iman. Pengetahuan dasar Islam dimaksud harusnya ada dan sellau melekat dalam fikiran setiap anak, sehingga arah serta masa depan mereka sebagai umat beriman, diakui. (zar)