Plt. Kakanwil, Tinjau Pelaksanaan ANBK Tingkat MA di Pasaman Barat

Plt. Kakanwil, Tinjau Pelaksanaan ANBK Tingkat MA di Pasaman Barat
Plt. Kakanwil, Tinjau Pelaksanaan ANBK Tingkat MA di Pasaman Barat

Kakanwil Tinjau ANBK Tingkat MA di Pasaman Barat

Pasaman Barat, Humas – Plt. Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Syamsuir, didampingi Kepala Kantor KementerianAgama Pasaman Barat, Muhammad Nur, Kamis (30/9) meninjau pelaksanaan ANBK (Asesmen Nasional Berbasik Komputer) tingkat Madrasah Aliyah (MA) di beberapa MA di Pasaman Barat.

Selain Syamsuir, dan Muhammad Nur, peninjauan pelaksanaan ANBK tingkat MA hari ini (Kamis-red) juga diikuti Plt. Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) sekaligus Kasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Pakis), Rali Tasman, Kepala MAN 1 Pasaman Barat, Jufri, Kepala MAN 2, Suardi, dan Kepala MAN 4 Pasaman Barat, Harmen Harianto.

Kunjungan pertama, Plt. Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat dan rombongan meninjau pelaksanaan ANBK, Madrasah Aliyah, komplek Pondok Pesantren Darul Mursyidin di Kapar, Kecamatan Luhak Nan Duo. Setelah di Darul Mursyidin, Plt. Kepala Kanwil bersama rombongan singgah di Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Empat, dan selanjutnya menuju MAN 5 Pasaman Barat di Bandarejo, Simpang Empat.

Plt. Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Syamsuir, pada kesempatan itu menyampaikan, asesmen nasional berbasis komputer adalah program penilaian terhadap mutu setiap lembaga pendidikan, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu sekolah (madrasah), dinilai berdasarkan hasil belajar siswa mendasar, beripa literasi, numerasi, karakter, dilengkapi kualitas belajar mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.

Asesmen nasional, ulasnya, adalah program baru dan mulai diterapkan tahun ini, sebagai proses penilaian terhadap mutu setiap lembaga pendidikan (sekolah atau madrasah), melalui program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah berbasis komputer. Untuk menciptakan madrasah hebat dan bermartabat, selain memerlukan kesiapan infrastruktur juga kesiapan siswa mengikuti ANBK itu sendiri.

Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Muhammad Nur, dan Plt. Kasi Penmad, Rali Tasman, menyampaikan, kebijakan ini telah berubah sistem penilaian madrasah bersama pesrta didiknya. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di masa lalu yang pelaksaanya semi online, telah beralih menjadi ANBK, yang sudah full online.

Bagi lembaga pendidikan, seperti madrasah di lingkungan Kementerian Agama, tidak memiliki infrastruktur Teknologi Informasi dan Koputer (TIK), dengan perangkatnya, dapat melaksanakan ANBK di madrasahnya dengan fasilitas TIK yang lebih memadai, berdasarkan koordinasi dari tim teknis di tingkat Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat atau kepada Tim Kanwil.

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada dunia kesehatan, sosial, dan ekonomi, akan tetapi  juga dunia pendidikan. Sehingga civitas akademika di madrasah dituntut untuk tetap semangat dan berinovasi untuk memberikan yang terbaik dalam hal pengelolaan pendidikan dengan menciptakan daya saing ke arah yang lebih baik.

 

Setiap siswa akan mengakhiri proses pembelajaran masing-masing di lembaga pendidikannya, mereka diwajibkan mengkuti ANBK atau sebutan UNBK di masa lalu. Lulus atau tidaknya seseorang siswa dari lembaga pendidikannya, tentu ditentukan oleh hasil dari ANBK yang mereka ikuti dan bagi peserta didik yang tidak ikut, otomatis dinyatakan tidak lulus.

Peserta yang mengikuti ANBK saat ini adalah siswa kelas XI atau lebih umum disebut dengan kelas 2 tingkat MA. Pelaksanaan asesmen nasional sebagai penetu lulus atau tidaknya seseorang dari lembaga pendidikan yang diikutinya, berlaku untuk siswa kelas XI saat ini. Ketika mereka akan mengakhiri proses pembelajarannya di tingkat MA, peserta didik bersangkutan tidak lagi mengikuti UNBN, tapi ANBK, kata kepala MAN 5 Pasaman Barat,Yeliza Gusti. (zar)