Hadir di FGD Koordinasi Kelembagaan, TA Menag Sebut Sumbar Role Model Kerukunan

Hadir di FGD Koordinasi Kelembagaan, TA Menag Sebut Sumbar Role Model Kerukunan
Hadir di FGD Koordinasi Kelembagaan, TA Menag Sebut Sumbar Role Model Kerukunan

Bukittinggi, Humas -- Tahun Toleransi merupakan program super prioritas Pemerintah melalui Kementerian Agama karena permintaan khusus Presiden RI. Urgensinya untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menghadapi kontestasi politik di tahun 2024 mendatang yang ditenggarai narasinya akan semakin keras. 

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Menteri Agama, Dr. Mahmud Syaltout, S.H, DEA pada sesi FGD yang digagas Kanwil Kemenag Sumbar di Grand Rocky Hotel Bukittinggi, Senin (4/10).

Menurut pria yang biasa disapa Gus ini, pencanangan Tahun Toleransi sebagai bentuk mitigasi ancaman kerukunan yang kemungkinan muncul dimasa-masa mendatang sehingga bisa diselesaikan sebelum menimbulkan kerusakan tang lebih jauh.

Dikatakannya lagi, survey kerukunan yang dilaksanakan di Sumatra Barat ditujukan sebagai acuan dalam menyelesaikan masalah-masalah kerukunan yang muncul di provinsi lain yang mempunyai kultur serupa. "Pola-pola penyelesaian masalah di Sumbar bisa diimplementasikan di provinsi atau daerah lain yang punya kultur yang sama," tambahnya.

"Masyarakat Sumbar yang agamis tergambar dari falsafah Adat Basandi Sarak Sarak Basandi Kitabullah yang dianut masyarakat menjadikan Sumbar sebagai Role Model dalam memolakan penyelesaian masalah yang ada," akunya.

"Perbedaan atau ketidak setujuan terhadap sesuatu itu manusiawi. Namun akan jadi lebih buruk ketika dibiarkan dan berakumulasi jadi lebih buruk lagu," tandasnya.

Kegiatan diskusi yang dihadiri seratus orang peserta dari perwakilan organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, unsur Bakor Pakem dan OPD Provinsi Sumatra Barat termasuk unsur Kemenag Sumbar dan FKUB serta PKUB berlangsung hangat. Vn