Dulang Prestasi Nasional, AGPAII Sumbar Jadi Destinasi Penilitian FTK UIN BANTEN

Dulang Prestasi Nasional, AGPAII Sumbar Jadi Destinasi Penilitian FTK UIN BANTEN
Dulang Prestasi Nasional, AGPAII Sumbar Jadi Destinasi Penilitian FTK UIN BANTEN

Padang (humas)- Prestasi yang pernah didulang AGPAII (Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia) Sumbar sebagai DPW Terbaik & Tergiat Nasional Tahun 2021 ini, agaknya menjadi salah satu motivasi tim FTK UIN BANTEN melakukan kunjungan ke Sumatera Barat, Selasa (05/09). Kunjungan tersebut tak lain untuk melakukan penelitian terhadap Pergerakan AGPAII Sumbar dalam kegiatan-kegiatan yang menginspirasi Guru PAI se-Indonesia pada bidang Efektifitas Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi. Dua agenda besarnya mengunjungi Bidang Papkis Kanwil Kemenag Sumbar dan bersilaturahmi dengan DPW AGPAII Sumbar. 

Didampingi Kasi PAI Pendidikan Dasar H. Syahrizal, MM, Hal ini diungkap Kabid Papkis H. RINALFI, S.Ag, SH, MM usai menyambut hangat kedatangan tim peneliti di ruang kerjanya. Rombongan Penilitian Litasdimas FTK UIN Sultan Maulana Banten diwakili Hj Eneng Muslimah MM Ph.D, dr h Subhan M.Ed dan Dr Wasehuddin M.Si.

Menanggapi hal itu, Kabid Papkis Rinalfi mengaku sangat apresiatif dan berterima kasih atas kunjungan tersebut. Rinalfi berkeyakinan inisiatif penilitian yang dilakukan FTK UIN Banten akan berdampak terhadap lembaga sekaligus kemajuan pendidikan PAI.

Pihaknya mengaku AGPAII merupakan mitra Kemenag dalam membangun dan memajukan pendidikan agama Islam di sekolah umum. Sementara Kemenag melalui bidang Papkis, disebut Rinalfi hanya bersifat sebagai fasilitator terhadap pergerakan AGPAII Sumbar untuk mencetak generasi berkarakter religius.

Dikatakannya, AGPAII sejauh ini sudah memperkuat peran dan fungsi guru PAI agar semakin profesional melaksanakan tugas sebagai guru PAI. Mulai dari PAUD, TK,SD, SMP, SMA/SMK. 

Tentu saja hal ini perlu disupport dari berbagai kebutuhan guru PAI yang harus dipenuhi oleh berbagai pihak terkait. Bahkan saat ini  yang masih hangat sambungnya, Kemenag juga tengah melakukan terobosan-terobosan baru dalam memperjuangkan nasib guru PAI terkait selisih tukin. 

Selain itu, bagi Rinalfi tak kalah penting  dukungan sarpras maupun upaya Kemenag dalam pendidikan dan pelatihan (Diklat).  Seperti melaksanakan PPG (Pendidikan Profesi Guru) yang bekerja sama dengan Fakultas Tarbiyah UIN Imam Bonjol Padang yang saat ini tengah berjalan. 

"Ada 700-an guru PAI yang belum mendapat jatah PPG,
mengingat anggaran yang sangat terbatas dari Kemenag. Sumbar sendiri, hanya mendapat kuota 100 orang untuk PPG ini yang dibagi dalam dua angkatan. Artinya masih ada sekitar 600 guru lagi yang butuh PPG. Dimana sumber anggarannya untuk masing masing guru senilai lima juta rupiah." Urainya.

Itulah mengapa pentingnya selain subsidi dari Kemenag Pusat, guru PAI membutuhkan uluran tangan dan perhatian Pemda masing-masing Kabupaten/Kota terhadap pembangunan PAI di daerah setempat.

"Bagaimanapun juga sekolah-sekolah umum untuk  itu ada wewenang pemerintah Kabupaten/Kota maupun pemerintah provinsi." Imbuhnya. 

Karenanya, pihaknya bermohon masing-masing daerah juga memberikan perhatian kepada guru PAI, sambung Rinalfi. Disinilah pengoptimalan kesejahteraan bagi guru dirasa penting.

"Alhamdulillah hingga kini di Sumbar sudah berjalan tiga Kabupaten/Kota, seperti Kabupaten Tanah Datar, Solok Selatan, Dharmasraya. Dan saat ini pemda Kabupaten Pasaman Barat juga sudah menyusul dan melakukan hal serupa. Pihak Pemda setempat telah menganggarkan dalam Dipanya untuk kesejahteraan guru PAI kita untuk Tahun 2022," katanya.

"Nah inilah yang harus kita perjuangkan bersama-sama kita cari celah dan bangun kerjasama yang baik dengan Pemda setempat," ujarnya.

Semoga AGPAII di Sumatera Barat bisa berkembang dengan baik dan menghasilkan giat giat lainnya yang berimplikasi terhadap peningkatan kualitas guru dan kesejahteraannya.
 
Disamping itu, AGPAII Sumbar diyakininya mampu membekali sekaligus mewadahi aspirasi dan memudahkan koordinasi seluruh Guru pendidikan Agama Islam di Sumbar sesuai dengan kebutuhan saat ini, utamanya di bidang IT. 

"Ini luarbiasa  perlu dicontoh dan menjadi nilai tambah bagi AGPAII Sumbar," ujarnya.

Terlebih lagi dengan program-program pemerintah era digital sekarang. Ia menyebut menuntut betul peningkatan peran aktif guru PAI terutama dalam hal peningkatan kompetensi dalam menjawab tantangan teknologi.

"Semoga guru yang mengikuti PPG angkatan ke 2 saat ini bisa lulus 100 persen. Sayang sekali biaya yang besar, waktu sudah banyak habis, tenaga terkuras, jika ada yang tidak lulus," harapnya.

Terlebih AGPAII adalah rumah besar dari organisasi pendidikan, seperti MGMP, KKG dan Pokjawas bernaung dibawah AGPAII. Untuk itu, dalam hal ini optimalisasi AGPAII agar guru PAI dapat mengakses beragam informasi dan fasilitas pembelajaran PAI dengan mudah.

Rinalfi menambahkan direncanakan Tahun 2022 mendatang AGPAII Sumbar dipercaya sebagai tuan rumah Penyelenggara Kegiatan Pertemuan Silaturrahmi AGPAII se-Indonesia dari AGPAII pusat atau dikenal dengan Kongres AGPAII.

"Hal ini tentu menjadi sangat isitimewa bagi AGPAII dan  Sumbar khususnya," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Rimelfi, S.Pd.I., MM., MA selaku Ketua DPW AGPAII Sumbar, menyebut bukan tanpa alasan ketika FTK UIN Banten memilih AGPAII SUMBAR dan Bidang Papkis Kanwil Kemenag Sumbar menjadi destinasi penilitiannya.

Menarik, untuk dilakukan penilitian. Pertama, ketika DPW AGPAII Sumbar terbaik I Nasional / Tergiat I Nasional serta menjadi DPW Inspiratif bagi Seluruh Provinsi Se Indonesia.

Kedua, peran Bidang Papkis dan Kanwil yang senantiasa mensinerjikan dan mengapresiasi program AGPAII Sumbar dalam rangka peningkatan kapasitas, potensi dan kompetensi Guru PAI di Sumatera Barat.

Rimelfi juga menyampaikan bahwa kesuksesan program AGPAII tidak terlepas dari dukungan dan koordinasi yang intens  terbangun antara Bidang papkis sumbar dan AGPAII. "Semoga sinergitas ini akan terus terbangun dengan baik demi menjalankan peran kita dalam dunia Pendidikan," tukasnya optimis.

Usai pertemuan, DPW AGPAII Sumbar mengajak rombongan FTK UIN banten berkomunikasi langsung dengan Tim IT dan Infokom DPW AGPAII SUMBAR di bawah koordinator Zumfiardi, M.Pd dan rombongan berlanjut ke FTK UIN IB Padang untuk melakukan meeting bersama Dekan, Dr. YASMADI, MA dan Wakil Dekan I Dr. KOSIM, MA.(vera)