Membangun Citra Lembaga dengan Data

Membangun Citra Lembaga dengan Data

Lima Puluh Kota, Humas – Eksistensi data dari sebuah lembaga menunjukkan kualitas lembaga itu sendiri. Oleh sebab itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Naharudin beserta tim melakukan Monitoring Penyusunan Data Lembaga pada KUA Kecamatan se Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dalam monitoring, Naharudin sangat menekankan keberadaan data pada masing-masing satker.

“Data adalah ruhnya suatu lembaga. Lembaga yang terlihat hebat dari luar tidak akan ada artinya jika data pada lembaga tersebut tidak tersaji dengan akurat,” jelas Naharudin.

Kakan Kemenag menyebut bahwa data suatu lembaga juga akan menunjukan citra lembaga tersebut. “Kita selalu mewanti-wanti setiap satker di bawah jajaran Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota untuk melengkapi setiap data sesuai kebutuh satker. Data madrasah, KUA, maupun satker yang berada di Kantor Kementerian Agama harus benar-benar akurat. Jangan asal dalam menyuguhkan data,” tegas Kakan Kemenag.

“Penipuan terhadap data adalah penipuan terhadap masyarakat dan lembaga. Data yang asal jadi akan  membuat citra lembaga buruk di mata masyarakat. Hal inilah yang berusaha kita hindari. Kami terus bersinerji dengan semua satker untuk mebangun opini publik bahwa Kementerian Agama adalah lembaga ummat yang akan memberikan yang terbaik, termasuk dalam menyuguhkan data,” papar Putra Jambi ini.

Pada  monitoring ini, Kakan Kemenag bersama tim juga melakukan monitoring data EMIS Pontren, khususnya lembaga LPQ dan MDT. Kakan Kemenag sangat antusias menghadapi para guru LPQ dan MDT yang rata-rata sudah berusaha lanjut.

“Semangat dari guru LPQ dan MDT inilah yang membuat kami termotifasi untuk bersama saat ini. Sebagai seorang yang juga pernah menjadi santri, pengorbanan seorang guru itu tidak bisa hilang dari ingatan,” Kenangnya.

Terkait data EMIS, lagi-lagi pria mudah senyum ini menekankan untuk menyajikan data yang akurat. “Isi saja instrument yang telah dibagikan dengan data yang sesuai di lapangan. Jangan memanipulasi data,” ungkap Kakan Kemenag.

“Di Kementerian Agama, khususnya Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dan Seksi Pendidikan madrasah, EMIS adalah data satu pintu. Artinya, segala tindakan yang diambil untuk lembaga  yang berada di bawah dua seksi ini, akan bersumber dari Data EMIS. Termasuk dalam pemberian bantuan. Maka dari itu kami menghimbau kepada bapak ibu mari sama-sama kita jaga citra lembaga dengan memberikan data yang akurat,” pungkas Naharudin. (Nina)