Siswa MAN 2 Bukittinggi Juara Favorit Pekan Seni

Siswa MAN 2 Bukittinggi Juara Favorit Pekan Seni
Siswa MAN 2 Bukittinggi Juara Favorit Pekan Seni

Bukittinggi, Humas--Lagi, MAN 2 Bukittinggi diselimuti  kabar gembira, Senin (11/10). Ada 2 cabang lomba yang diikuti siswa dalam Pekan Seni MTK Unand. Kedunya mendapat predikat juara favorit pada cabang poster dan film pendek.

Dua siswa MAN 2 Bukittinggi  yang mengikuti cabang poster, Yulia Mardani Putri dan Salma Aida. Berhasil masuk favorit karya Yulia Mardani dengan poster gambar otak sebelah kanan dan kiri dengan desain berbagai kecerdasan yang ada pada otak manusia.

Yulia saat ditanyai tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Saya senang sekali dengan  prestasi favorit ini, tidak menyangka karena baru pertama ikut. Waktu malam sebelum pengumuman like di IG masih jauh dibanding peserta lain," ungkapnya haru.

"Saya mengangkat desain otak manusia pada poster tersebut bahwa otak kanan dan kiri harus diimbangi dan manusia harus mampu mengeksplorasi otaknya. Apalagi masa pendemi ini,walaupun belajar dirumah siswa harus berkreasi dan mampu berinovasi. Semoga kedepannya saya bisa lebih maksimal lagi," begitu paparnya.

Sementara, tim film pendek yang terdiri dari Bunga Meilizayosya,Viva Mardhiyyah,Siti Fatimah, Rapidah,Muharrahmi dan Syadina Mifathul Jannah menyampaikan.

“Kami mengangkat kisah dalam film pendek ini terinspirasi dari lingkungan kita yang berubah karena pendemi. Film ini menceritakan tentang seorang anak yang produktif dan kreatif yang mampu merubah situasi sulit masa pendemi menjadi ekonomi kreatif," ceritanya.

"Si anak yang tadinya menghadapi ekonomi  keluarga dalam situasi sulit berupaya mencari jalan keluar agar tetap sekolah dan juga bisa membantu keluarga. Si ibu yang harusnya bekerja harus istirahat karena sakit,sehingga si anak mencari cara agar tetap berjualan," imbuhnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa kesempatan itu muncul ide membuat robot automatic masker RAM22 dengan bahan material kardus untuk rangka tubuhnya. Dari film ini mereka berpesan dimasa pendemi meskipun kita terbatas dalam berinteraksi namun masih bisa berkarya karena setiap orang punya potensi.

"Kami senang dan tidak menyangka karena awalnya banyak kendala apalagi ada bagian scene yang harusnya masuk file itu yang hilang. Pak Jon Mawardi sebagai guru IT dan guru ekskul robotik kami memberikan bantuan dan semangat," tuturnya.

Secara terpisah Nurfadhilah guru pembimbing lomba juga sekaligus guru Matematika menyampaikan sangat senang dan bangga dengan prestasi ini tidak hanya pada cabang poster tapi juga pada cabang film pendek.

"Walaupun masih juara favorit tetapi dengan ini kita sudah bisa membuktikan bahwa siswa madrasah tidak hanya belajar agama namun juga mampu memadu padankan antara seni dan teknologi. Mudah – mudahan kedepannya bisa lebih baik lagi," katanya. (Yuli/Syafrial)