Besaran Tukin Guru PAI Tuntas Direview BPKP, Guru Wajib Kuasai Aplikasi Siaga

Besaran Tukin Guru PAI Tuntas Direview BPKP, Guru Wajib Kuasai Aplikasi Siaga

Padang (humas)-  Review terhadap data pembayaran tunggakan tunjangan kinerja (Tukin) Tahun 2018-2020 bagi guru dan pengawas PAI PNS Kanwil Kementerian Agama Sumbar tuntas dilaksanakan Badan Penawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pelaksanaan review telah dilaksanakan sejak bulan September hingga Oktober 2021.

Pasca menuntaskan tugas tersebut tim BPKP mengkonfirmasi hasil laporannya kepada Kakanwil Kemenag Sumbar melalui Bidang Papkis yang dinakhodai Rinalfi di ruang kerja Kabid Papkis. Ketua tim review BPKP Feby Sabrina Mega bersama Pengendali teknis Mufid Abdillah, dan dua anggotanya Arnelia dan Restiyani Frischa turut hadir pada kesempatan itu.

Hal ini diutarakan Kabid Papkis Rinalfi kepada humas, Selasa (19/10) diruang kerjanya. Rinalfi menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim BPKP yang telah membantu untuk mengoreksi data pembayaran tunggakan yang akan dicairkan nantinya. Diterangkan Rinalfi review sebagai salah satu pertimbangan dalam rangka revisi anggaran untuk pembayaran tunggakan tunjangan kinerja guru dan pengawas PAI PNS pada sekolah yang diangkat  Kementerian Agama bulan mei 2018 hingga Desember 2020.

Pihaknya menyebut telah mempercayakan sepenuhnya tim ahli yang berwenang, dalam hal ini adalah pihak BPKP dan telah menerima review tersebut sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada. “Alhamdulillah reviewnya telah selesai, insyaallah di akhir Bulan November bisa dicairkan tukin guru dan pengawas kita sebesar 4 milliar lebih,” harapnya.

Rinalfi juga mengungkapkan apresiasi kepada para guru PAI di Sumbar atas kesabaran menunggu perjuangan ini.

“Alhamdulillah review ini sudah final dan valid artinya apa yang akan diterima guru guru nanti sudah sesuai, ada lembaga resmi yang telah menghitungnya. Kita sebagai fasilitator sudah berusaha maksimal menfasilitasi guru untuk mendapatkan selisih tukin guru tersebut. Kalau dilihat dari nominal angkanya juga lumayan besar, kami turut berbahagia sudah memperjuangkan hak yang diterima guru,” sebutnya.

Terkait hal itu, Rinalfi mengingatkan seluruh guru dan pengawas PAI untuk terus mengupgrade pengetahuan dan skill dalam  bidang IT. Ia menilai guru tidak hanya berperan sebagai guru pendidik bagi siswanya. Namun seorang guru dituntut untuk bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri sebagai operator. Dengan kata lain, tuntutan guru untuk menguasai penginputan data diaplikasi SIAGA adalah sebuah keniscayaan. 

“Bagaimanapun ini adalah media bagi guru untuk mendapatkan kesejahteraannya, jadi mereka harus rutin melakukan update data, jangan sampai tertinggal, kuasai SIAGA “ cetusnya.

Hal ini menurutnya karena guru harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman yang berbasis digital seperti sekarang ini. “Jangan sampai kalah dengan anak didik, guru harus terus mengupdate ilmu IT ataupun melengkapi fasilitas mengajar seperti laptop atau hp android yang berfungsi untuk memudahkan guru dalam menginput data di aplikasi SIAGA”, tukas Rinalfi.

Kedepan, lanjut Rinalfi segala hal yang menjadi catatan catatan khusus tim BPKP kita tindaklanjuti, agar guru dan pengawas disamping melaksanakan tugas secara professional, tidak mengabaikan kesejahteraan mereka sebagai tenaga pendidik. Bersyukur pemerintah melalui Ditjen Pendis Kemenag RI hari ini sangat konsen dalam upaya peningkatan kesejahteraan guru guru PAI melalui pembayaran selisih tukin ini.

“Semoga ini menjadi spirit tersendiri bagi guru guru kita dalama meningkatkan kualitas diri maupun kualitas dalam mendidik siswanya disekolah, ujar Rinalfi menutup bincang.

Sementara itu, Kasi PAI Tingkat Dasar Bidang Papkis Syahrizal mengungkapkan pencairan anggaran tukin tersebut sangat dibutuhkan para guru dalam membantu mencukupi kebutuhan, apalagi ditengah kondisi pandemic covid-19. Untuk itu, ia mengharapkan pencairan ini mampu memotivasi guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

Terkait hasil review, Syahrizal menitipkan pesan yang bisa dipetik seluruh guru agama dan pengawas Islam yang ada si Sumbar. Selain tugas mengajar disekolah, kedepan guru PAI agar memperhatikan proses pemberkasan dokumen terkait hak dan kewajibannya sebagai guru.

Disampaikannya, kelengkapan dokumen ini wajib diprioritaskan, karena hari ini dan kedepan seorang GPAI ataupun PPAI tidak hanya dituntut sebagai guru dan pengawas professional, mereka harus siap dengan updating dokumen yang berbasis digital diaplikasi SIAGA.

"Jadi, harus lebih berhati- hati lagi bahwa setiap apapun yang dikerjakan wajib ada dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan. Termasuk pelaporan kegiatan guru yang bersifat mendukung keprofesionalan sebagai guru dan pengawas.", tambahnya.

Senada dengan Kabid Papkis, Syahrizal sepakat guru adalah operator pertama untuk dirinya sendiri, aplikasi dalam SIAGA wajib dikuasai guru dan pengawas PAI. Setelah mereka menginput baru terkoneksi di operator, minimal operator sekolah.

Untuk itu Ia mengajak guru dan pengawas PAI mempersiapkan diri untuk era digital ini.

"Jangan terlalu bersandar kepada tenaga operator yang ada disekolah maupun Kemenag Kabupaten/Kota.Teruslah intens belajar dan berkoordinasi dengan operator Kemenag Kabupaten/Kota. Karena apa yang yang sudah terinput di kemenag kabupaten/Kota itu juga yang kami terima di operator Provinsi hingga ke pusat, supaya terkoneksi dengan sempurna semua kebutuhan yang ada dalam fitur aplikasi,” katanya lagi.

Pihaknya mengaku telah berupaya keras bersama sama dengan tim BPKP untuk membantu dan mengedepankan hak guru dan pengawas.

“Alhamdulillah pencairan tukin guru dilakukan dengan cermat, akurat, cepat dan jangan dipotong serta harus harus relevan dengan hasial review tim BPKP”, tukas pejabat yang akrab disapa Pak Haji ini.(vera)