Kementan Jajaki Sektor Pertanian Ponpes di Sumbar, Kakanwil Mengapresiasinya

Kementan Jajaki Sektor Pertanian Ponpes di Sumbar, Kakanwil Mengapresiasinya
Kementan Jajaki Sektor Pertanian Ponpes di Sumbar, Kakanwil Mengapresiasinya
Kementan Jajaki Sektor Pertanian Ponpes di Sumbar, Kakanwil Mengapresiasinya
Kementan Jajaki Sektor Pertanian Ponpes di Sumbar, Kakanwil Mengapresiasinya
Kementan Jajaki Sektor Pertanian Ponpes di Sumbar, Kakanwil Mengapresiasinya

Padang (humas)- Hari ini pondok pesantren tak lagi sekadar sebagai wadah memperdalam ilmu agama dan pendidikan semata. Namun ada potensi besar dari aspek ekonomi yang dapat dikembangkan, tak terkecuali sektor pertanian. 

Agaknya, hal tersebut menjadi salah satu dasar bagi Kementan RI  (Kementerian Pertanian) datang ke Sumbar untuk bersinergi dengan pondok pesantren. Sinergi dimaksud dalam meningkatkan sektor pertanian dengan pondok pesantren di Sumatera Barat. Dalam hal ini diwakili Staf Khusus Menteri Burhanuddin Asya'ari dan M.Kholil Hamdi.

Dijamu Kakanwil Helmi diruang kerjanya, Kamis (04/11), kunjungan ini beragendakan Silaturrahmi sekaligus 
Kunjungan awal Survey Bantuan untuk Pondok Pesantren di Sumatera Barat dari Kementerian Pertanian.

Konkretnya kunjungan Kementan adalah untuk menjajaki peluang membangun kemitraan dengan Kemenag. Dalam pertemuan pihak Kementan mengaku ingin menginventarisir berapa lahan yang dimiliki ponpes dan apa kebutuhan mereka yang bisa dibantu.

Selain bantuan material berupa sarana produksi dan alat pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) juga akan berkontribusi secara inmaterial. Misalnya, memberikan edukasi melalui pelatihan, kata Stafsus Mentan Burhanuddin yang diiyakan M Kholil.

Stafsus Kementan menyebut pihaknya langsung datang untuk melakukan survey dalam rangka meneguhkan komitmen kehadiran pemerintah melalui Kementan untuk kemajuan pesantren.

"Pihak Kementan sangat tertarik melibatkan pesantren untuk mengembangkan pertanian karena memiliki banyak faedah, khususnya potensi yang belum tergali secara optimal," bebernya pada kegiatan yang turut dihadiri Kabag TU H Irwan, Kabid Papkis H. Rinalfi, Kabid PHU H Joben dan Kasi Pd. Pontren Yohanis.

Menyikapi hal itu, Kakanwil Helmi sangat mengapresiasi dan terkesan terhadap program bantuan yang dilakukan pemerintah yang akan disalurkan melalui Kementan untuk pesantren. 

Menurut Helmi UU no 18 Tahun 2020 tentang Pesantren dan  Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren memberi peluang untuk afirmasi pesantren dalam segala sektor, termasuk pertanian.

Melibatkan para santri meningkatkan produktivitas pertanian, dilingkungan pesantren merupakan sebuah keniscayaan. Karenanya, ia berharap, pesantren peka dan turut berkembang seiring kemajuan zaman, agar dapat terus eksis.

Terpisah, hal senada diungkapkan Kabid Papkis Rinalfi terkait kunjungan yang juga dihadiri Kabid Urais tersebut. Ia menilai sangat selaras dengan UU no 18 Tahun 2020  tentang Pesantren dan  Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Perpres ini mengatur tentang dana abadi pesantren yang dialokasikan khusus untuk pesantren dan bersifat abadi untuk menjamin keberlangsungan pengembangan pendidikan pesantren.

Rinalfi menuturkan dalam regulasi yang baru, terbuka peluang untuk Kementerian/ lembaga lain untuk ikut berprogram membantu ponpes.

"Baik sarana dan prasarana atau pun bentuk lain. Disinilah Kementan ingin menjajaki lokasi Ponpes terpilih dari sekian ratus pesantren di Sumbar." Sebutnya.

Kemudian dari sekian ponpes yang sudah mengembangkan sektor pertanian perkebunan bahkan peternakan di Sumbar. Ponpes Minangkabau Kota Padang dan Ponpes Nurul Yaqin Ambung Kapur  

"Kita data, dilihat, dipelajari, struktur tanahnya seperti apa, dan apa kebutuhan pondok itu. Sehingga nanti jika perencanaannya sudah matang, ada bantuan yang bisa dikembangkan diponpes itu," ujarnya usai melakukan survey langsung ke Pondok Minang Kabau yang berlokasi di belakang TVRI. 

Pihaknya menyebut pemilihan Pesantren Minang Kabau sebagai lokasi, juga bukan tanpa alasan. 

Pertimbangannya, meski sudah banyak ponpes yang membuktikan eksistensi dalam kemandirian ekonominya. Ponpes Minangkabau termasuk yang potensial untuk dijadikan tempat pengembangan pertanian atau pun peternakan.

"Dari segi lahan pondok ini cukup luas untuk ditanami bermacam macam tanaman pangan pertanian."ucapnya.

Saat ini saja lanjut Rinalfi sudah ada lahan diponpes tersebut yang mulai dimanfaatkan. Misalnya saja peternakan itik bertelur, sapi dan lele. Bahkan ada tanaman dan sayuran untuk sehari-hari.

Rinalfi menerangkan, bantuan di sektor pertanian untuk pesantren ini akan segera dilakukan Kementan. "Untuk sementara, masih dalam tahap diskusi dan penjajakan " jelasnya.

Di sela acara kunjungan Kementan, Rinalfi pun sempat meninjau langsung ekonomi kreatif Ponpes Minang Kabau bersama rombongan survey, pimpinan Ponpes Samsul Akmal, Kabid Urais Edison.

Ia berkeyakinan sejak tahun 2020, hingga kini dan kedepan, ponpes bakal semakin menjadi perhatian dan prioritas pemerintah.

"Alhamdulillah sekarang ada dari Kementan yang ingin membantu dan langsung datang melakukan survey di ponpes kita," katanya.

Rinalfi mengaku kerja keras pemerintah dalam menerbitkan UU tentang Pesantren dan Perpres  pun berbuah manis. Sebab, mampu memstimulasi dukungan dari lembaga lain.(vera)