Dua Orang Guru MAN 1 Bukittinggi Ikuti TOT Robotik

Dua Orang Guru MAN 1 Bukittinggi Ikuti TOT Robotik
Dua Orang Guru MAN 1 Bukittinggi Ikuti TOT Robotik

Bukittinggi, Humas--Sesuai dengan rencana pemerintah untuk mengganti PNS dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam rangka mempercepat birokrasi disambut baik keluarga besar MAN 1 Bukittinggi.

Kepala MAN 1 kota Bukittinggi, Irsyad Syahar selaku Role Model melakukan gerak cepat dengan mengirimkan 2 orang gurunya untuk mengikuti TOT Robot sekaligus menimba ilmu tentang AI (artficial Inteleigent) dan Manajemen Robotika.

Dua orang guru tersebut Zulkhairi, Guru Al Quran Hadits untuk mendalami Perakitan dan Pemograman Robot dan Erria Nanda Utama, Guru Bimbingan Konseling untuk mendalami Manajemen Pengelolaan Training Robotika.

TOT (Training of Trainer) Robot ini diselenggarkan oleh DRI (Dunia Robot Indonesia) dari tanggal 23 s/d 28 November 2021 lalu di Universitas Borobudur Jakarta Timur dengan menghadirkan dewan pakar robot Dunia Robot Indonesia.

Meskipun latar belakag pendidkan kedua guru tersebut bukan dari Robotik, akan tetapi kedua guru tersebut telah mengikuti Uji Kompetensi dan diinyatakan lulus  dan berhak mendapatkan lisensi resmi dari BNSP atau Badan Nasional Sertifikasi Profesi untuk menjadi Trainer Robotik dan berhak mendapatkan gelar Non Akademik CPIR (Certified Professional Instructor Robotic)

Zulkhairi kepada Humas, Kamis (02/12) menyampaikan terimakasih untuk seluruh pihak yang telah mendukung sehingga bisa mengikuti TOT Robot sekaligus menimba ilmu tentang AI (artficial Inteleigent) dan Manajemen Robotika.

"Terimakasih banyak kami aturkan kepada Bapak Helmi selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat bersama Bapak Kabid dan jajarannya serta Bapak H. Kasmir selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi beserta jajaran, khusus terima kasih untuk Bapak Irsyad Syahar selaku Kepala MAN 1 kota Bukittinggi dan juga menjadi Role Model yang telah memberikan dukungan kepada kami berdua untuk mengikuti TOT Robot AI "Artificial Inteligent," tuturnya.

Selanjutnya Zulkhairi juga menyampaikan Terima kasih yang tidak terhingga kepada Sahabat guru serta anak anak kami teristimewa tim tangguh Minangkabau Robotik MAN 1 Kota Bukittinggi  yang telah membantu kami dibelakang layar sehingga kami bisa seperti ini.

Menabrak zona nyaman, berprilaku diluar kebiasaan terkadang dibutuhkan untuk sebuah perobahan. Hanya Allah SWT yang mampu merobah nasib kita bersamaan dengan usaha dan do'a," tuturnya lagi. (Syafrial)