Didata, Jama'ah Umrah Kota Bukittinggi Segera Diberangkatkan

Didata, Jama'ah Umrah Kota Bukittinggi Segera Diberangkatkan

Bukittinggi, Humas--Angin segar bagi calon Jama'ah Umrah khususnya di Kota Bukittinggi. Berbagai Persiapan penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19 terus dilakukan pemerintah. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief beberapa waktu yang lalu melalui berbagai mengatakan bahwa penyelenggaraan ibadah umrah akan kembali dibuka.  

Namun, Hilman menegaskan bahwa penyelenggaraan umrah di masa pandemi harus mematuhi protokol kesehatan demi memberikan perlindungan kepada jemaah.  

“Pemberangkatan jemaah umrah rencananya akan kembali dibuka pada 8 Januari 2022. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, penyelenggaraan umrah dilaksanakan dengan pengendalian dan pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan secara ketat, baik di tanah air maupun di Arab Saudi dengan mengedepankan perlindungan dan keselamatan jemaah,” katanya melalui media beberapa waktu yang lalu. 

Menyikapi pernyataan tersebut, Kakan Kemenag Kota Bukittinggi melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Tri Andriani Djusair meminta pihak travel untuk mendata kembali Jama'ah yang tunda berangkat karena Pandemi Covid-19. 

"Kita minta proses pendataan dilakukan oleh seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yaitu sebanyak 20 travel Umrah dan telah terdaftar baik kantor  pusat maupun kantor cabang di Bukittinggi yang menerima pendaftaran Jama'ah di tahun 2020. Calon Jama'ah Umrah asal Kota Bukittinggi yang batal berangkat ke Mekah sejak 2020 ini disiapkan untuk segera bisa melaksanakan ibadah umrah dalam waktu dekat," tuturnya, Senin (10/12) di ruangan kerjanya. 

Selanjutnya Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah ini mengatakan data itu dipakai untuk memastikan Jama'ah yang akan diberangkatkan. 

"Data awal, ada 283 orang yang gagal umrah di Februari 2020 saat wabah pandemi COVID-19 muncul pertama kali, dari angka itu harus dipastikan lagi berapa yang menyatakan batal dengan mengambil uangnya kembali dan berapa yang tetap ingin melaksanakan umrah," katanya lagi. 

PPIU juga diminta untuk memastikan para  Jama'ah sudah vaksin sesuai rekomendasi dari Pemerintah Arab Saudi. 

"Selain itu, PPIU harus mendaftarkan kembali jamaah yang dipastikan menyetujui untuk berangkat umrah ke dalam aplikasi Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh)," ujarnya. 

Harapannya  semoga  keberangkatan umrah tahun ini terbuka lebar setelah rombongan dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) bisa melaksanakannya pada Desember 2021.

Ia mengatakan, Amphuri pertama kali memberangkatkan 25 orang jamaah umrah pada 24 Desember 2021 utk melihat aturan -aturan dan pelaksanaan prokes yg berlaku di Arab Saudi.

 Jamaah akan diberangkatkan satu pintu dari Bandara Sukarno Hatta .

Ia berharap calon jamaah umrah di Kota Bukittinggi mempersiapkan diri dari kesanggupan/ istithaah dibidang ibadah,  kesehatan dan perjalanan tetap mematuhi aturan dari pemerintah, yang  terpenting lagi adalah selalu mendekatkan diri dan bermunajat kepada Allah agar dapat menunaikan ibadah haji dan umrah.

"Kita yakin jika semua regulasi termasuk aturan prokes dan vaksin bisa memudahkan jamaah kita utk melaksanakan ibadah umrah, keberhasulan ibadah umra jalan sukses penyelenggaraan ibadah haji th 2022 selain itu semoga wabah ini segera berakhir," kata Tri Andriani. (Syafrial)