Gusman Piliang : Predikat Terbaik Itu Terpenuhi Tusi

Gusman Piliang : Predikat Terbaik Itu Terpenuhi Tusi

Pasaman,Humas—Meraih predikat terbaik ketiga sebagai Pengelola Humas versi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022, tidak membuat Pranata Humas (Prahum) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Yusuf Sabri jumawa, justru baginya yang terbaik itu jika terpenuhi tusi diemban.

Yusuf alias abie Selasa (11/1) mengatakan, menjabat sebagai Prahum ataupun pengelola humas memiliki tusi yang tidak kalah penting dari jabatan fungsional umum maupun fungsional tertentu lainnya di tubuh Kemenag. Tusi yang dilakukan diantaranya memberikan layanan informasi publik yang bertujuan untuk menaikkan nama positif lembaga.

Sederhanaya menurut anak Medan itu Prahum maupun humas juga berperan sebagai mata, telinga serta speaker pimpinan dan lembaga dalam menyampaikan kepada publik berkenaan dengan program-program, produk-produk lembaga, sehingga citra instansi baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat atau publik.

Yusuf mengaku bersyukur kepada Allah SWT dan bahagia mendapatkan amanah mengelola kehumasan di Kemenag Pasaman yang saat ini dinakhodai Gusman Piliang yang juga nota bene pakar di bidang jurnalistik. Apalagi dunia ini sejak tahun 2013 diampunya semenjak di masa kepemimpinan Artis Arjun.

Memang, disebutkannya sejumlah prestasi dari tahun itu telah diraihnya hingga saat ini dengan beragam kategori. Diantaranya kategori kontributor website sumbar kemenag, majalah Penuntun Amal Bakti (PAB), penulis terbaik dan lainnya.

Baginya itu didapat dengan dasar cinta terhadap pekerjaan yang digeluti. Dan tiada terlepas dari motivasi dari istri serta keempat anaknya. Juga dari saudara-saudaranya serta pimpinan.

“Tanpa ada rasa cinta terhadap kerja yang diberikan, akan terasa berat untuk ditunaikan, apalagi untuk meraih prestasi”,tutur lelaki yang beristrikan wanita Lubuk Sikaping tersebut.

Lanjut pria yang pernah berkecimpung di salahsatu media cetak pemberitaan Kota Medan itu, prestasi yang diperoleh dijadikan sebagai tangga untuk mencapai karir yang lebih baik lagi.

Dikatakannya, kunci yang tidak boleh hilang adalah optimis dan jangan mengeluh dengan kendala dan kekurangan sarana yang dimiliki. Namun menjadikan itu sebagai challenge atau tantangan yang bisa membuat diri semakin kuat untuk melawan derasnya arus untuk menggenggam prestasi.