Konversi Rupiah Zakat Fitrah 1443 H Kota Sawahlunto Ditetapkan, Ini Kategorinya

Konversi Rupiah Zakat Fitrah 1443 H Kota Sawahlunto Ditetapkan, Ini Kategorinya
Konversi Rupiah Zakat Fitrah 1443 H Kota Sawahlunto Ditetapkan, Ini Kategorinya

Sawahlunto, Humas -- Musyawarah bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Kementerian Agama, Pemda bagian Kesra, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dinas Koperindag Kota Sawahlunto  menetapkan 4 kategori pembayaran zakat fitrah 1443 H yang dikonversi dalam bentuk rupiah, Kamis (7/4).

Untuk kategori pertama yakni Rp 40 ribu, kedua Rp 37.500, ketiga Rp 35 ribu sedangkan kategori keempat Rp 32.500.

Ketetapan konversi rupiah zakat fitrah 3,1/3 liter atau 2,5 kg beras tersebut berdasarkan survei harga beras di pasar maupun di pedesaan Kota Sawahlunto.

Jika dibandingkan tahun 2021 tidak mengalami peningkatan dan penurunan, bahkan dipastikan persis sama dengan tahun sebelumnya 

Ketua BAZNAS Kota Sawahlunto,  Edrizon Efendi mengungkapkan, hal itu sudah sesuai dengan perbandingan harga beras yang dikonsumsi warga Sawahlunto secara umum.

"Harga beras perkilo tertinggi Rp 14.500 dan terendah Rp 12.500,  " ujarnya.

Selain itu, rapat yang digelar di Kantor BAZNAS Kota Sawahlunto juga menetapkan pembayaran fidyah sebagai tebusan bagi umat islam yang tidak memungkinkan lagi berpuasa di bulan suci ramadan seperti tua renta.

Adapun konversi fidyah dalam bentuk rupiah adalah Rp 15 ribu  sampai Rp 20 ribu per orang.

Ketua MUI Kota Sawahlunto Fadhli Rifenta mengemukakan, meski nilai rupiah zakat fitrah dan fidiyah sudah ditetapkan,  Ia menghimbau agar tidak mengambil kategori terendah demi membantu kaum muslimin yang kurang mampu.

"Sebenarnya bukan hanya melalui zakat saja dapat membantu meringankan beban hidup seseorang, puasa pun bisa, disinilah kelebihan puasa ramadan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Sawahlunto Dedi Wandra menyarankan, hasil keputusan bersama konversi zakat fitrah dan fidyah dalam bentuk rupiah hendaknya  disampaikan kepada masyarakat melalui edaran Wali Kota.

"Kita ini sebenarnya perpanjangan tangan Wali Kota, saran kami sebaiknya keputusan ini dituangkan dalam bentuk edaran Wali Kota bukan edaran bersama BAZNAS, Kemenag dan MUI," kata Dedi.

Rapat yang dihadiri pimpinan dan perwakilan masing-masing  dinas/instansi dan lembaga terkait berlangsung cukup alot dan selesai menjelang masuk waktu salat zuhur. (fahmi)