Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan, Kasi Bimas Islam : Bekal Mengelola Bahtera Rumah Tangga

Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan, Kasi Bimas Islam : Bekal Mengelola Bahtera Rumah Tangga

Lubuk Malako – Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kab. Solok Selatan mengangkatkan Bimbingan Perkawinan Angkatan IV pada Selasa (17/5) di Aula KUA Sangir Jujuan.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan diikuti peserta dari tiga kecamatan di Kabupaten Solok Selatan, diantaranya Kecamatan Sangir Jujuan, Sangir Batang Hari, dan Sangir Balai Janggo. Kegiatan tersebut berlangsung selama satu hari dan diikuti dengan serius serta antusias oleh peserta.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan yang berlangsung selama satu hari tersebut diisi oleh empat narasumber. Narasumber kegiatan Bimbingan Perkawinan tersebut di antaranya Sosilia Karistin (Dinas KB), Titi Zuriati (Puskesmas Bidar Alam), Zukrinedi (Kepala KUA Sangir Jujuan), dan Amsal (Pegawai Kemenag Solok Selatan).

Dengan narasumber nan mempuni, diharapkan materi dapat tersampaikan kepada peserta kemudian semakin mudah mewujudkan tatanan keluarga yang Sakinah, Mawadhah, dan Rahmah.

Menurut Kasi Bimas Islam, Syafra Haradi menuturkan tujuan dari kegiatan Bimbingan Perkawinan adalah guna memberikan bekal yang matang bagi calon pengantin dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Diharapkan dengan kegiatan tersebut, calon pengantin memiliki peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam memanajemen rumah tangga.

“Harapannya, kegiatan Bimbingan Perkawinan ini menjadi perbekalan sehingga mampu mematangkan pemahaman calon pengantin dalam mengelola bahtera rumah tangga," tutur Syafra Haradi.

Materi yang disampaikan dalam bimbingan perkawinan tersebut meliputi Kesehatan calon pengantin, pendewasaan usia perkawinan dan pengenalan alat kontrasepsi serta membentuk keluarga sakiah.

Menurut ketua pelaksana, Amsal menuturkan harapan, dengan kegiatan tersebut calon pengantin memiliki bekal dalam berumah tangga, lebih dewasa dalam mengelola konflik, dan memiliki ilmu tentang Kesehatan keluarga. Sehingga mampu membina keluarga dan keturunan dengan maksimal, serta terhindar dari prahara perceraian di dalam rumah tangga. (latif)