Kemenag Sijunjung dan SLB Aisyiyah Sijunjung Jalin Kerja Sama

Kemenag Sijunjung dan  SLB Aisyiyah Sijunjung Jalin Kerja Sama

Muaro Sijunjung, Humas--Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sijunjung dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Aisyiyah Sijunjung jalin kerja sama. Kerja sama ini ditandai dengan penandatangan perjanjian kerja sama oleh KaKan Kemenag Sijunjung, H. Syamsul Arifin bersama Kepala SLB Aisyiyah Sijunjung Yulidarti, pada Rabu (18/5) bertempat di aula Ikhlas Beramal Kantor Kemenag Sijunjung. Penandatangan ini disaksikan oleh Kasubag TU, Kasi dan Penyelenggara, dan ASN Kantor Kemenag Sijunjung.

Perjanjian kerjasama dengan tujuan menggalang kebersamaan dalam upaya pengembangan sikap peduli terhadap anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, dan memberikan pembinaan dan motivasi dalam bidang keagamaan berpedoman kepada prinsip inklusif (tidak membedakan). Prinsip kerjasama berdasarkan saling menghormati, menghargai, dan membantu untuk mewujudkan percaya diri dan mandiri terhadap anak.

Kerjasama ini berawal dari kegiatan pembinaan keagamaan yang telah dilaksanakan oleh penyuluh agama Islam Fungsional (PAIF) Kabupaten Sijunjung terhadap guru dan anak didik SLB Aisyiyah Sijunjung. Berawal pembinaan pesantren kilat pada bulan Ramadhan, berlanjut kepada pembinaan rutin sesuai jadwal kegiatan.

Tidak berjalan sendiri kegiatan PAIF mendapat dukungan dari Kantor Kemenag SIjunjung, maka memperkuat jalinan kerjasama dan memperlancar pembinaan dianggap perlu perjanjian kerjasama ini, hal ini disampaikan ketua Pokjaluh Kab Sijunjung, H. Iskandar.

Yulidarti selaku kepala SLB Aisyiyah Sijunjung bersyukur serta menyampaikan terimakasih, atas kesediaan Kemenag Sijunjung melalui penyuluh agama melalukan pembinaan dan berbagi ilmu agama di SLB Aisyiyah Sijunjung.

'Kami menyadari bahwa memang tidak mudah berinteraksi dengan siswa SLB karena memiliki kebutuhan khusus, namun hal ini tidak menghambat kegigihan dan semangat penyuluh agama dalam membina siswa SLB, bahkan guru-gurupun dapat meraup ilmu. Semoga ilmu ini dapat dikembangkan terhadap siswa dalam kegiatan harian baik di sekolah terlebih di rumah masing-masing," pungkas Yulidarti. (nori)