Perkuat Prokes, Kemenag Sumbar Gelar FGD Bersama Niniak Mamak dan Bundo Kanduang

Perkuat Prokes, Kemenag Sumbar Gelar FGD Bersama Niniak Mamak dan Bundo Kanduang
Perkuat Prokes, Kemenag Sumbar Gelar FGD Bersama Niniak Mamak dan Bundo Kanduang

Padang, Humas--Menguatkan Program Revitalisasi Khazanah Surau, (Prokes) Kanwil Kemenag Sumbar  menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Peran Mesjid dalam Peningkatan Ketahanan Keluarga di UNP Hotel Convention, Selasa, (24/5).

Prokes merupakan program unggulan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat, Helmi yang sudah  dilaunching Menteri Agama diwakili Sekjen Kemenag RI bulan Maret lalu saat pelaksanaan Rakerwil Kemenag Sumbar.

Kegiatan ini dibuka Kepala Kanwil Kemenag Sumbar diwakili Kepala Bidang Urusan Agama Islam, H. Edison didampingi Analis Kebijakan Yosef Chairul dan Penggerak Swadaya Masyarakat, Syafalmart.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) H. Edison mengatakan program ini lahir dimotori oleh program gubernur Sumatera Barat yang menjadikan Mesjid Raya sebagai pusat pembelajaran ABS SBK (Adat Basandi Syara’-Syara’ Basandi Kitabullah).

“Pemerintah daerah ingin menjadikan mesjid sebagai pusat atau central bukan hanya pada pembinaan yang bersifat spiritual tapi lebih jauh dari itu sebagai pusat pembelajaran ABS SBK sebagai jati diri dan ciri khas masyarakat Minangkabau,” ungkap Edison.

Menyikapi hal itu lanjut Edison  Kementerian Agama Sumatera Barat dibawah kepemimpinan Doktor Helmi melahirkan Program Revitalisasi Khazanah Surau (Prokes).

"Program ini bertujuan bagaimana merevitalisasi dan mengembalikan khazanah masjid, mengembalikan nilai-nilai surau pada masa lampau dan menyesuaikan dengan konteks hari ini," ujarnya.

Bukan hanya itu ungkap Edison bagaimana masjid menjadi pusat ketahanan keluarga. "Walaupun kita sadari secara umum dakwah atau kajian ta’lim di mesjid difokuskan ketahanan keluarga. Diantaranya tentang keluarga sakinah, adab terhadap orang tua dan lain sebagainya," papar Kabid Urais.

“Namun dalam program ini kita ingin mesjid berperan dalam membekali calon pengantin pra nikah. Termasuk nanti juga pada pasca nikah atau konsultasi keluarga. Dalam bentuk konsultasi hukum dan persoalan keluarga," imbuhnya.

Lalu kata Edison ada beberapa alasan kenapa mesjid dijadikan sentral penguatan keluarga. Pertama, mesjid punya potensi tokoh, potensi finansial, potensi sarana prasarana dan sebagainya.

Kedua, kita ingin bersama menyikapi tingginya rapuhnya ketahanan keluarga di Sumatera Barat. Hal yang paling mudah ditangkap terutama tingginya angka perceraian.

Disebutkan Kabid Urais, tahun 2021 lebihkurang 8 (delapan) ribu kasus perceraian terjadi di Sumatra Barat. 70 persen diantaranya cerai gugat, istri yang banyak melakukan gugatan terhadap suaminya.

"Kita ingin bagaimana mesjid juga memperhatikan kondisi ini. Bagaimana anak kemenakan kita dilingkungan mesjid diberi pembinaan. Tidak mau tidak niniak mamak dan bundo kanduang memberikan ilmu, bekal  kepada catin. Supaya hidup mereka faham dengan adat," harap Kabid Urais.

"Tingginya angka perceraian di Sumatra Barat dan segala hal hal yang terkait dengan itu, perselingkuhan kekerasan seksual pada anak dan rumahtangga yang tidak terwarnai dengan nilai Islam maka harus didekatkan dengan mesjid," tukas Edison

Sementara itu sebelumnya, Ketua Panitia yang juga analis kebijakan Yosef Chairul menyampaikan FGD ini menghadirkan 100 peserta terdiri dari Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) se Sumatera Barat, niniak mamak, bundo kandung se Sumatera Barat, Kasi Bimas Islam se Sumatera Barat, Ketua Apri dan Pokjaluh Provinsi Sumatera Barat.

"Tujuan kegiatan ini untuk penguatan fungsi mesjid dan musala yang tidak hanya diperuntukkan untuk ibadah mahdah semata tetapi untuk kegiatan kemasyarakatan. Diantarany ketahanan keluarga seperti bimbingan perkawinan," ulas Yosef.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Bundo Kanduang Puti Reno Raudhah Jannah Thaib sebagai narasumber dalam kegiatan ini bersama M. Sayuti Datuak Rajo Penghulu mantan Ketua LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) Sumbar dan Ketua DMI Sumatera Barat. RinaRisna