Kepala dan Operator Madrasah Negeri, Ikuti Pembinaan

Kepala dan Operator Madrasah Negeri, Ikuti Pembinaan
Kepala dan Operator Madrasah Negeri, Ikuti Pembinaan

Pasaman Barat, Humas – Kepala bersama operator madrsah negeri se Pasaman Barat, Selasa (5/7) mengikuti pembinaan penysunan Rencana Kerja (Renja), Rencara Trategis (Rentra) dan Sasarana Kerja Pegawai (SKP) bersama Perencana Madya Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat di Simpang Empat.

Penyurunan program kerja dan Renstra, perencanaan di madrasah bersangkutan, tentu harus dikaji di akhir tahun untuk anggaran tahun berikutnya. Penyuruna  program, Renstra dan perencanaan madrasah bersangkutan, harus sesuai dengan butir perencana atau program strategis yang diinginkan. Sementara SKP, harus sesuai denga masa atau periodesasinya, kata Perencana Madya Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Mulyono, di Simpang Empat, Selasa.

Pembinan penyusunan Renja, Renstra dan SKP kepala madrasah bersama operator dengan Perencana Madya Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat di aula Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Empat, diikuti Kasubbag Tata Usaha, para Kasi, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), berama kelompok jebatan fungsional di instansi vertikal itu.

Sukses atau tidaknya perencanaan atau program kerja serta baik atau tidaknya nilai yang diperoleh dari SKP kepala madrasah bersama guru, kepala KUA, pejabat fungsional bersama Pegawai Negeri Sipil (PNS) di unit kerja, ditentukan pribadi bersangkutan. Yang tahu, mengerti, dan menguasai program kerja yang hendak dicapai, hanya mereka sendiri.

“Setiap pengisian format atau blanko yang disampaian secara baku, maka kepala madrasah bersama operatornya harus mengisi data yang dibutuhkan, sesuai batas atau periodesasi laporan berengkutan. Kepala bersama operatornya harus mengisi sesuai format yang ada, tidak lagi merubah atau mengurangi format yang ada”, katanya.

Persoalan yang terjadi dan dilaksanakan di sebagian madrasah negeri, termasuk Pasaman Barat, terang Mulyono, adalah terjadi program kerja atau format perencanaan yang dibuat antara periode satu sama dengan periode selanjutnya. Pekerjaan adalah, karya atau rutinitas pada setiap harinya, sementara kinerja adalah pelaksanaan atau teknis dari pekerjaan yang dilaksanakan.

Dalam hal pelaporan, ingat Mulyono, kepala madrasah bersama operatornya harus menjadikan posisi masing-masng sebagai mitra kerja ketika menyusun selanjutnya melaksanakan program kerja tu sendiri. Sebab, yang mengolah agenda strategis madrasah, mulai dari perncanaan, tindaklanjut dan pengiriman laporan kinerja madrasah bersangkutan adalah operator.

Sementara, tambah Perencana Madya Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat itu, peran kepala madrasah hanya menyuruh di operator (mulai persiapan, melaksanakan dan meghasilkan program kerja yang bersangkutan. Untuk itu, semengat kebersamaan, saling komuniasi, serta saling memahami anara satu sama lain, sangat diharapkan.

Kasubbag Tata Usaha, Sufrinas, menyampaikan, kesediaan Perencana Madya Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Mulyono, menyishkan waktu, tenaga dan mencurahkan peilirannya untuk kemajuan dan peningkatan kualitas kepala madrasah bersama operator ke setiap daerah, seperti di Pasaman Barat, bukan sebatas mengisi waktu.

Kehadiran Mulyono, sekaligus memberikan pembinaan, apakah melalui program pendampingan atau dalam bantuk lain, sangat berharga dan bermanfaat. Untuk itu, maka manfaatkanlah waktu dengan kesempatan yang ada secara maksimal. Gali terus ilmu pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang ada di sosok Mulyono dengan maksimal.

“Kita berharap, setelah kepala madrasah bersama operator mendapat berbagai penjelasan, wawasan, dan ilmu pengetahuan berharga dari Perncana Madya Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, tantu harus ada tindaklanjutnya, sekaligus dibuktikan dengan mengolahan lapran yang disampaikan ke kantor maupun ke kanwil bagi madrasah tingkat aliyah. (zar)