Kemenag Pessel Luncurkan Program Inovasi Siti Haji

Kemenag Pessel Luncurkan Program Inovasi Siti Haji

Painan, Humas -- Untuk bisa mengetengahkan informasi-informasi tentang pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Kantor Kementerian Agama kabupaten Pesisir Selatan meluncurkan sebuah program yang diberi nama Siti Haji (Sekilas Info Tentang Ibadah Haji), Rabu (6/7).

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Abrar Munanda menjelaskan melalui program Siti Haji ini akan bisa diketahui bagaimana perjalanan ibadah haji jemaah Pesisir Selatan di tahun ini melalui program inovasi Siti Haji ini akan bisa tersebarkan dan tersampaikan ke berbagai masyarakat yang ada di Pesisir Selatan dan juga di Sumatera Barat.

"Mudah-mudahan program Siti Haji ini bisa maksimal kita lakukan, dan kita berharap tiap hari nantinya akan ada informasi-informasi tentang perjalanan ibadah haji jemaah Pesisir Selatan yang tersampaikan kepada para sanak saudara dan keluarga mereka di kampung halaman maupun di perantauan baik sebelum berangkat ke Arafah selama di Arafah Muzdalifah Mina dan ketika menutup pelaksanaan ibadah haji dengan tawaf ibadah Sa'i dan tahalul serta rangkaian rangkaian kegiatan dalam proses perjalanan ibadah haji ini," lanjut Abrar.

Abrar Munanda berharap, semoga program ini bermanfaat bagi semua dan diberkahi serta diridhoi oleh Allah SWT.

Sementara itu Kasubbag TU, Yossef Yuda melalui program Siti Haji ketika berbincang secara virtual dengan tim medis jemaah haji Kloter V Embarkasi Haji Padang, dr. Gusti menjelaskan kondisi jemaah haji Pesisir Selatan yang tergabung dalam kloter V semua berada dalam kondisi sehat.

Senada dengan itu Hendrianto, Ketua rombongan mengatakan bahwa jemaah haji Pesisir Selatan dalam kondisi sehat, dan telah melaksanakan manasik dengan bagus dan bisa secara mandiri.

"Semua jemaah haji dari Pesisir Selatan selalu menjaga kesehatan dan fisik guna menghadapi masa-masa pelaksanaan wukuf di Arafah," katanya.

Pada kesempatan itu kasubbag berpesan kepada seluruh jemaah agar selalu menjaga kesehatan dan fisik guna mempersiapkan pelaksanaan ibadah wajib. "Jangan sampai yang rukun tertinggal gara-gara mengejar yang sunnah," ujar kasubbag. (zn)