Tim Kanwil Kunjungi Kankemenag Kota Pariaman Lakukan Penilaian Penyuluh Teladan Kota Pariaman Atas Nama Darnetti

Tim Kanwil Kunjungi Kankemenag Kota Pariaman Lakukan Penilaian Penyuluh Teladan Kota Pariaman Atas Nama Darnetti

Pariaman, Humas--Penyuluh Agama Islam mempunyai peranan penting dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara antara lain sebagai pembimbing masyarakat, sebagai panutan dan sebagai penyambung tugas pemerintah. Selain itu, keberadaan Penyuluh agama sangat diperlukan masyarakat. Penyuluh Agama Islam juga merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam melaksanakan penerangan Agama Islam ditengah pusatnya dinamika perkembangan masyarakat Indonesia.

Dalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan, Penyuluh  Agama mempunyai tiga fungsi yang melekat dalam diri yaitu fungsi Informatif, Edukatif, Fungsi Konsultatif, dan Fungsi Advokatif. Oleh karena sifat dan tugas Penyuluh Agama Islam yang langsung terjun di tengah-tengah masyarakat merupakan tugas terberat, karena seorang Penyuluh Agama tidak hanya dituntut memiliki kemampuan keilmuan dan keahlian dalam bertutur kata, tetapi dituntut pula menjadi teladan bagi umat. Keteladanan yang dimiliki oleh Penyuluh Agama Islam inilah yang perlu diberikan pernghargaan atau apresiasi. Salah satu bentuk apresiasi yang dapat dilakukan adalah melalui pemilihan Penyuluh teladan baik Fungsional maupun non PNS.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja Penyuluh Agama Islam dan pemberian penghargaan atas keteladanan penyuluh agama Islam tersebut, Kantor Kementerian Agama  Wilayah Provinsi Sumatera Barat melaksanakan penilaian Penyuluh Agama Islam teladan TK Provinsi Sumatera Barat dengan turun ke lapangan di masing-masing Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.

Kali ini tiba giliran Penyuluh Agama Islam Fungsional Kota Pariaman atas nama Darnetti,, yang dikunjungi oleh Tim Kakanwil Kemenag Sumbar Hadir pada acara Penilaian ini adalah Kakan Kemenag Kota Pariaman, Kasubbag TU, Kasi Bimas Islam, Kasi PHU dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf, dengan Tim yang turun diketuai Kabid Penais Zawa Yufrizal  beserta rombongan Tim.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman Rinalfi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Tim Penilai yang telah hadir dan berkunjung ke Kankemenag Kota Pariaman melakukan penilaian terhadap Penyuluh Agama Islam Fungsional Kota Pariaman.

Rinalfi juga mengucapkan terima kasih dan berikan apresiasi kepada Darnetti, yang  telah mempersiapkan dirinya semaksimal mungkin demi mengangkat Kankemenag Kota Pariaman untuk maju ke TK Provinsi  pada penilaian Penyuluh Agama Islam Teladan.

Rinalfi melaporkan bahwa lokus dari Darnetti adalah pembinaan yang dilakukannya pada warga binaan lapas Kelas II B Pariaman.

“Alhamdulillah dari pembinaan yang dilakukan Darnetti sudah ada narapidana yang menjadi mualaf."

Namun yang jelas kata Rinalfi, “Penilaian ini adalah merupakan evaluasi  bagaimana keberadaan Penyuluh Agama dirasakan keberdaannya  bagi masyarakat. Ibarat kata Penyuluh hendaknya menjadi sidawa sidingin dan bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat menuju Kota yang religius yang juga seiring dengan program,Visi dan Misi Pemerintah Kota Pariaman yang menginginkan masyarakatnya sejahtera lahir dan bathin."

Sementara itu Ketua Tim Penilai Yufrizal, Kabid Penais Zawa dalam arahannya menyampaikan ucapan maaf dari Kakanwil yang tidak bisa hadir dalam pembinaan. Namun hal ini tentu tidak mengurangi arti.

Pada kesempatan ini Yufrizal mengatakan  bahwa Penyuluh Agama baik PNS maupun Non PNS dalam melaksanakan pembinaan dasar berpijak tidak boleh terlepas dari konsep Al-Qur’an dan Sunnah.

“Begitu juga kalau ada persoalan yang terjadi di tengah-tengah masayarakat,Penyuluh Agama harus cepat merespon dan menyelesaikannya,” ujarnya.

Yufrizal berpesan kepada Penyuluh Agama bahwa kemampuan Penyuluh Agama jangan sampai di bawah kemampuan binaan,baik dalam bidang baca tulis Al-Qur’an maupun dalam bidang ilmu keagamaan seperti Aqidah, Akhlak, Fiqh dan ibadah. Selain itu kata Yufrizal Penyuluh Agama harus menguasi regulasi yang ada.

“Jadilah Penyuluh Agama yang mandiri, berdiri dengan kaki sendiri, kreatif dan memilih lokus binaan yang lain dari yang lain seperti Lapas sebagaimana yang dilakukan oleh Darnetti ini, dengan tujuan membangkitkan inovasi, kreasi dan betul -betul dibutuhkan oleh warga binaan.

Tim Penilai juga berikan apresiasi dengan kehadiran suami tercinta Darnetti. Syabri Yasin yang ikut hadir mendampingi isterinya pada penilaian ini.

“Dari sekian Kabupaten/Kota yang telah dikunjung oleh Tim Penilai, baru Penyuluh Agama Islam Kota Pariaman inilah yang didampingi suaminya," ujar salah seorang Tim Juri fajri.

Adapu tema yang diangkatkan oleh Darnetti dalam penilaian Penyuluh Agama Islam Teladan ini adalah Proses Pembelajaran Al-Qur’an dan Pengamalan Ibadah Dengan Metode Mentata Diri (Membangun Tiga Kekuatan Diri) Pada Nara Pidana di  Lapas Kelas II B Pariaman. (Rita)