Tumbuh Kembang Nilai Agama di Dada Santri Ada di Tangan Guru LPQ

Tumbuh Kembang Nilai Agama di Dada Santri Ada di Tangan Guru LPQ

Lima Puluh Kota, Humas -- Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menggelar kegiatan Pendampingan Pendataan Education Management Information System (EMIS) bagi operator EMIS Pondok Pesantren, MDT, dan LPQ. Kegiatan yang digelar selama dua hari (4-5/8) mendapat apresiasi dari Kepala Kantor, H. Irwan.

Kepala kantor yang hadir memberikan pembinaan sekaligus menutup kegiatan Pendampingan Pendataan EMIS Pontren ini pada Jumat (5/8), memberikan apresiasi kepada para operator yang telah berjibaku menyuguhkan data EMIS yang valid dan komplit. Kerja keras operator yang dikejar waktu adalah sebuah karya yang patut diacungi jempol.

Pada kesempatan itu, kepala kantor juga memotivasi para operator LPQ, untuk ikhlas bekerja dan menyajikan data yang sesuai dengan kondisi real di lapangan, agar apa yang dikerjakan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

“Kepada guru LPQ saya juga mengapresiasi atas usaha dan jerih payah selama ini. Bapak ibu semua adalah aset yang harus dijaga karena di tangan bapak ibu akan lahir generasi Qurani. Mungkin sebahagian akan melihat jasa bapak ibu itu kecil, namun peran guru LPQ sangat besar bagi tumbuh kembang nilai-nilai agama di dada mujahid kecil. Kelak, santri LPQ akan menjadi insan yang akan menebar kebaikan dan pahalanya tidak akan putus mengalir kepada para pendidik di LPQ,” ungkap Irwan.

Kemudian Irwan menegaskan, Data EMIS adalah data yang menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan bagi pejabat di pusat. Sebagai data satu pintu, EMIS tidak boleh asal diisi. Penginputan data EMIS harus benar-benar sesuai dengan yang sebenarnya, dan itu harus di Update secara berkala. Irwan menyatakan, ada tiga keuntungan data EMIS, sebagai modal dalam pemberian bantuan, kunci dari seluruh data lembaga, dan pekerjaan ibadah. Terakhir kepala kantor mengajak operator untuk ikhlas bekerja untuk mencari redha Allah menciptakan ruang kerja yang nyaman dan solid serta bangun kerja sama.

H. Ifkar, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, dalam laporannya menyebutkan total peserta dalam kegiatan ini adalah 60 orang. Pendampingan pendataan EMIS dibagi dalam dua tahap, tahap pertama bagi operator Pondok Pesantren dan MDT, dan tahap ke dua bagi operator LPQ.

“Kita di kantor adalah pelayanan masyarakat. Operator juga pelayan masyarakat. Mari sama-sama bersinerji dalam mewujudkan pelayanan terbaik. Dan bagi operator pelayanan terbaik salah satunya adalah menyajikan data yang kongkrit dan komplit. Layanan terbaik InsyaAllah akan bermanfaat bagi masyarakat yang pahalanya juga InsyaAllah akan mengalir. Mari kita sama-sama ihklas menjalan amanah, " ungkap Ifkar.

Ifkar menguraikan, di Kabupaten Lima Puluh Kota ada sebanyak 16 Pondok Pesantren, 185 MDT, dan 585 LPQ. Saat ini sedang dilakukan Up Dating data bagi seluruh lembaga. Kondisi daerah yang sulit dijangkau jaringan menjadi salah satu kendala dalam penginputan data. Selain itu, SDM yang kurang, sarana prasarana yang kurang memadai juga menjadi faktor penghalanya. (Nina)