Helmi Minta Wirid Annisa Digiatkan sebagai Upaya Penyeimbang Jasmani dan Rohani

Helmi Minta Wirid Annisa Digiatkan sebagai Upaya Penyeimbang Jasmani dan Rohani
Helmi Minta Wirid Annisa Digiatkan sebagai Upaya Penyeimbang Jasmani dan Rohani

Padang, Humas—Wirid pengajian adalah kebutuhan kita. Sebagai manusia kita tediri dari jasmani dan rohani. Santapan rohai salahsatunya melalui wirid ini. Terkadang kita zalim atau tidak adil, utuk santapan jasamani makan 3 kali sehari, untuk rohani sangat jarang diberikan. tidak seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani.

Pesan dakwah ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Doktor Helmi dalam kegiatan Wirid Annisa, Jumat (16/9) di Mesjid Mambaul Ikhlas. Kegiatan ini dihadiri ASN (karyawati) dan Penyuluh Kanwil Kemenag Sumbar

Tak lupa Kakanwil mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Penyuluh Agama Islam Kanwil yang telah konsisten melaksanakan wirid ini seminggu sekali, terutama untuk kaum ibu. Untuk bapak-bapak sudah ada khutbah jumat. Namun itu belum seimbang degan kepentingan jasmani.

Kakanwil juga mengimbau jajarannya, untuk wirid ini terus dilanjutkan, disemarakkan, dan digiatkan. Karena dengan forum ini ASN Kemenag bisa meningkatkan keilmuan dan keimanan, teruatam dalam ibadah sehari hari.

Pada kesempatan itu, Kakanwil juga mengisahkan imam syafii dalam kegigihannnya menuntut ilmu sampai ke Mesir. Sebelum menuntut ilmu, fatwa imam Syafii dikenal dengan istilah qaulul qadim. Setelah belajar di Mesir disebut dengan istilah qaulul jadid.

Dikisahkan Kakanwil sepulang dari Mesir, Imam Syafii ditanyai oleh seseorang tentang buah iman dan ilmu. Namun Imam Syafii belum bisa menjawab, lalu bapak tua itu menjelaskan bahwa buah dari ilmu itu adalah sabar dan ikhlas.

“Orang yang berilmu itu akan selalu sabar dan ikhlas. Walaupun sudah lama menuntut ilmu, tetapi ketika dia diuji tentang keilmuannya dia tetap ikhlas,” ulas Helmi.

Sementara itu, Syafwan Diran yang didapuk sebagai penceramah dalam wirid Annisa ini menyampaikan setiap orang yang beriman belum tentu bertaqwa tetapi orang yang bertaqwa pasti orang yang beriman.

"Orang orang yang beriman itu mencintai Allah tetapi belum tentu Allah cinta. Sementara orang bertaqwa mencintai Allah dan dicintai oleh Allah,” jelas Syafwan Diran salahseorang dai Kondang Sumbar ini.

Dikatakan ustadz yang selalu kocak dalam setiap penampilannya, ada beberapa hal untuk menjadi orang bertaqwa, pertama tingkatkan kualitas ibadah. Karena ibadah mampu membentuk watak manusia menjadi manusia yang hidup sesuai kehendak yang menghidupkannya.

Dosen juga mengulas cara meningkatkan kualitas iman agar menjadi orang yang bertaqwa, cintai ilmu, tingkatkan dan pertahankan ibadah. Perketat pengawasan diri dari perbuatan yang membuat orang berdosa akibat perbuatan kita dan Perketat pengawasan dari perbuatan yang menjatuhkan harga diri," tegasnya. RinaRisna