Kuota Sumbar 2.284, Helmi Berharap Penyuluh Non PNS Sumbar Lolos P3K

Kuota Sumbar 2.284, Helmi Berharap Penyuluh Non PNS Sumbar Lolos P3K
Kuota Sumbar 2.284, Helmi Berharap Penyuluh Non PNS Sumbar Lolos P3K

Padang, Humas--Dalam rangka mengevaluasi program kinerja Penyuluh, Bidang Urusan Agama Islam menggelar Evaluasi Kinerja Pokjaluh, Rabu malam (29/9) di Axana Hotel.

Kegiatan ini dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat, Doktor H. Helmi didampingi Kepala Bidang Penaiszawa, H. Yufrizal. Hadir Kepala Bidang Urais, H. Edison, JFT dan JFU. Kegiatan ini menghadirkan 25 orang Penyuluh Agama Islam.

Pada kesempatan itu, Kakanwil memberikan apresiasi yang tinggi kepada Penyuluh Agama Islam yang sudah bekerja dengan baik, menyampaikan pesan pesan agama kepada masyarakat terutama program prioritas Kementerian Agama.

Dikatakan Kakanwil apapun yang akan kita kerjakan itu tidak bisa dilakukan sendiri. "Kita tidak lagi bekerja secara parsial, ego sektoral harus dihindari. Kita harus terintegrasi dengan Kementerian lain," kata Kakanwil.

Sebagai contoh imbuh Kakanwil, ketika Kementerian Peternakan memberikan bantuan sapi kepada kelompok binaan, jika hanya secara parsial tingkat keberhasilannya jauh. Karena dalam 1 bulan dilaporkan l sapinya mati tetapi kenyataannya dijual. Karena programnya tidak terintegrasi.

Untuk itu, Kakanwil minta kepada Penyuluh Agama Islam di Sumatera Barat melakukan integrasi dengan lembaga dan Kementerian yang ada diwilayah jerja masing masing.

"Disinilah peran penyuluh sangat penting, bagaimana membina keagamaan mereka. Memberikan pandangan hidup yang penuh dengan nilai nilai keagamaan sehingga tidak ada sikap merugikan negara dan bangsa," ulas Helmi.

Hal ini kata Kakanwil, didukung juga dengan program yang bisa menopang kehidupan mereka secara material. Bimas Islam juga memiliki program pemberdayaan ekonomi umat, untuk di Sumatra Barat diberikan di Bukittinggi senilai 100. 000 juta rupiah.

"Ketika ada bantuan kepada masyarakat maka kita memberikan pembinaan mental keagamaan. Inilah fungsi penyuluh memberikan pencerahan kepada masyarakat, baik PNS maupun non PNS" harap mantan Kakan Kemenag Padang Pariaman dan Kabupaten Solok ini.

Kakanwil juga memberikan harapan kepada Penyuluh non PNS, tahun ini akan ada rekrutmen PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Ini peluang besar bagi Penyulun honorer Sumatra Barat.

"Saya berharap Penyuluh Non PNS yang di Sumatera Barat bisa mengambil kesempatan baik ini. Dan mudah mudahan Penyuluh lolos seleksi. Karena ini adalah kesempatan emas," harap Kakanwil.

"Tesnya akan dilaksanakan di kabupaten kota karena diperkirakan peminatnya lebih dari 10ribu. Untuk Sumbar kita dapat kuota 2.284 orang tahun 2022 ini. Mereka memiliki hak yang sama dengan PNS kecuali pensiun mereka tidak dapatkan," tutur Kakanwil.

Sementara itu, Kepala Bidang Penaiszawa,  H. Yufrizal mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pembinaan terhadap pengurus kelompok kerja penyuluh. Sebagai sarana untuk meningkatkan koordinasi dan membicarakan program Pokjaluh.

Selanjutnya ungkap Yufrizal, meningkatkan kompetensi dan potensi diri bagi pengurus Pokjaluh agar dapat ditularkan kepada anggotanya di daerah.

Diinformasikan Yufrizal, Penyuluh Agama Sumatera Barat akan mengikuti kemah bakti moderasi beragama yang diikuti kurang lebih seribu penyuluh PNS dan Non PNS. RinaRisna